Bangun Otot dan Tulang, Anak Dianjurkan Olahraga 60 Menit per Hari

Antara, Jurnalis · Sabtu 31 Juli 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 481 2448713 bangun-otot-dan-tulang-anak-dianjurkan-olahraga-60-menit-per-hari-wNZzPqqmLN.jpg Ilustrasi anak olahraga. (Foto: Shutterstock)

FUNGSI olahraga tidak hanya untuk menyehatkan tubuh, tapi juga membantu pertumbuhan otot serta tulang. Maka itu, seorang anak dianjurkan melakukan olahraga 60 menit per hari.

Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga (ISNA) Dr dr Rita Ramayulis DCN MKes mengatakan olahraga 60 menit per hari merupakan anjuran yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk anak usia 6 sampai 12 tahun.

Baca juga: 275 Daerah Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2021 

Olahraga ini tidak boleh sembarangan, tapi harus seimbang antara aktivitas untuk fisik seperti aerobik, tulang, dan otot.

"(Selama) 60 menit itu dibagi untuk aerobik, untuk tulang, dan untuk otot. Aerobik itu seperti senam, joging, lari, bersepeda, tapi karena pandemi bisa jalan di tempat atau lari di tempat," kata dr Rita dalam bincang-bincang 'Edukasi Olahraga dan Nutrisi Online', seperti dikutip dari Antara, Sabtu (31/7/2021).

"Untuk tulang dan otot bisa dengan melempar bola, menendang, melompat. Itu bisa dikombinasi," lanjut peraih gelar doktor dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.

Baca juga: Anak Bisa Alami Stres Akibat Pandemi Covid-19, Kenali Gejalanya 

Guna menciptakan perilaku sadar olahraga terhadap anak, harus dimulai dari orangtua terlebih dulu dengan memberikan contoh nyata. Misalnya, orangtua menyediakan waktu khusus untuk bersama-sama berolahraga dan bukan sekadar memberikan perintah.

"Orangtua juga harus memberi tahu alasan kenapa anak harus bergerak, jangan cuma nyuruh tapi orangtuanya cuma duduk aja. Dia harus tahu alasan yang kuat untuk membuat perilaku olahraga," ujar dr Rita.

Hal kedua yang harus dilakukan orangtua untuk membangun perilaku sadar olahraga adalah dengan menyediakan ruangan atau tempat khusus dan waktu untuk anak. Jika memungkinkan, belilah peralatan untuk berolahraga seperti bola dan lainnya.

"Kalau sudah rutin dilakukan enggak perlu disuruh lagi. Ketiga, cari tahu anak senangnya apa, senangnya gerakan yang mana dan kita beri contoh setelah itu kuatkan dengan pujian dan konsistennya. Kata kuncinya orangtua harus ikut," tuntasnya.

Baca juga: Selama Pandemi, Anak Indonesia Kurang Gerak dan Rendah Paparan Matahari 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini