Cek Fakta: Imunitas Penyintas Covid-19 Lebih Baik dari Vaksin 2 Dosis

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 612 2448639 -IuOLQngMrJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ORANG yang sudah terpapar Covid-19 memang memiliki antibodi setelah mereka sembuh. Meskipun demikian, bukan berarti orang tersebut langsung kebal terhadap Covid-19.

Tapi, beredar narasi di Twitter oleh akun @AllisonPearson yang mengklaim bahwa orang yang pernah terinfeksi Covid-19 akan memiliki imunitas tubuh lebih baik ketimbang orang yang sudah vaksin 2 dosis.

Allison melampirkan bukti klaimnya dengan menunjukkan sebuah laporan berbentuk artikel, yang diterbitkan resmi oleh badan statistik nasional Inggris.

Hoax

Here’s the official data showing people with natural immunity do better than the double vaxxed:

Coronavirus (COVID-19) Infection Survey technical article: analysis of reinfections of COVID-19 – Office for National Statistics

https://www.ons.gov.uk/peoplepopulationandcommunity/healthandsocialcare/conditionsanddiseases/articles/coronaviruscovid19infectionsurveytechnicalarticleanalysisofreinfectionsofcovid19/june2021


(terjemahan)


Ini adalah data resmi yang menunjukkan orang yang imunitas natural (infeksi alami) lebih baik daripada double vaksin.

Artikel teknis Survei Infeksi Coronavirus (COVID-19): analisis infeksi ulang COVID-19 – Kantor Statistik Nasional

Setelah dilakukan pencarian fakta, klaim @AllisonPearson adalah HOAX. Laporan resmi oleh badan statistik nasional yang dijadikan bukti atas klaimnya, sama sekali tidak membuat perbandingan, mana yang lebih kebal, antara orang yang divaksin dengan orang yang pernah terinfeksi Covid-19.

Adapun poin utama yang disampaikan dalam laporan tersebut menunjukkan, orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 jarang yang terinfeksi untuk kedua kalinya. Laporan tersebut tidak membahas sama sekali pelaporan infeksi Covid-19 dari orang sudah vaksin.

Dilansir dari situs kesehatan, Alodokter, orang-orang yang sembuh dari Covid-19 memiliki antibodi alami yang mampu mengenali dan melawan virus Corona. Namun belum diketahui sampai kapan antibodi tersebut akan dapat melindungi tubuh dari virus Corona.

Ada yang mengatakan 6-8 bulan, namun perlu penelitian lebih lanjut, yang pasti ada kemungkinan bahwa orang yang pernah terinfeksi Covid-19 akan bisa terinfeksi kembali. Maka dari itu, penyintas Covid-19 juga perlu divaksin.

Seorang ahli virologi, Sabra Klein, Ph.D saat diinterview dan diliput di situs kampus kesehatan masyarakat, John Hopkins, menjelaskan bahwa seorang yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki antibodi yang bertahan hanya 6-8 bulan dan lama kelamaan akan lemah kembali, sedangkan orang yang divaksin akan mendapat imunitas yang lebih kuat dan bertahan lama, yakni setahun bahkan lebih lama lagi.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini