Performa Vaksinasi Covid-19 Indonesia Buruk, Dokter: Kita Belum Bisa Buat Sendiri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 612 2448645 performa-vaksinasi-covid-19-indonesia-buruk-dokter-kita-belum-bisa-buat-sendiri-vYq2MvADcA.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

INDONESIA menjadi salah satu negara yang memiliki performa buruk dalam cakupan vaksinasi. Pasalnya, saat ini cakupan vaksin Indonesia hanya sebesar 11,9 persen.

Hal tersebut diungkap dalam survei yang dirilis oleh Bloomberg selama periode Juli 2021. Dalam data tersebut Indonesia mencatatkan posisi terbawah di urutan ke-53 sebagai negara terburuk.

Tentunya banyak masyarakat yang kaget dengan publikasi yang dirilis Bloomberg dua hari lalu tersebut. Padahal saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk menciptakan kekebalan kelompok (Herd Immunity) untuk mencegah penularan Covid-19 yang semakin masif.

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i, mengatakan cakupan vaksinasi Indonesia yang hanya 11,9 persen adalah hal yang wajar. Sebab, menurutnya Indonesia masih belum mampu membuat vaksin Covid-19 secara mandiri dan tergantung dengan negara lain untuk mendapatkan vaksin.

“Kita masih negara berkembang yang tidak bisa produksi vaksin sendiri, dan masih mengandalkan dari luar. Dibandingkan dengan negara yang bisa produksi vaksin sendiri memang mereka jatah vaksinnya lebih banyak. Beda dengan kita, kita kan semua impor, tidak ada yang produksi di dalam negeri soal vaksin,” kata dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal, Jumat (30/7/2021).

Selain tergantung terhadap negara lain dalam hal ketersediaan vaksin, pemerintah Indonesia juga mengalami kesulitan dalam melakukan vaksinasi karena jumlah penduduk Indonesia yang banyak. Tak hanya itu letak Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat luas juga menjadi faktor kesulitan lainnya dalam proses vaksinasi.

“Tidak mudah juga untuk vaksinasi Covid-19 karena penduduk kita banyak. Itu negara yang sukses vaksinasi adalah yang jumlah penduduknya sedikit, kecuali Amerika dan Inggris," katanya.

"Amerika dan Inggris jumlah penduduknya banyak, tapi mereka kan produksi vaksin sendiri. Sehari bisa 3-4 juta vaksin. Artinya tidak mudah menghadapi pandemi ini,” lanjut dia.

Dokter Fajri memberikan contoh negara tetangga Malaysia yang juga sama-sama merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduknya yang jauh lebih dikit dari Indonesia. Negeri Jiran itu pun mengalami hal yang sama dalam hal cakupan vaksinasi yang menurut data hanya 26,6 persen dan menempati urutan ke-52 dalam tabel ranking negara dengan ketahanan Covid-19 terburuk.

“Semua negara susah, terutama Indonesia yang negaranya luas dan sistem kesehatannya juga belum sebaik negara lain. Jadi kita harus memahami itu dan tidak ada yang perlu disalahkan dan dikambinghitamkan,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini