Menkes Ungkap Sejumlah Masalah dalam Pelaksanaan Telemedicine

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 612 2448651 menkes-ungkap-sejumlah-masalah-dalam-pelaksanaan-telemedicine-5PdTz1fKxB.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

LONJAKAN kasus Covid-19 memang terjadi setelah Lebaran. Data terakhir, hingga 29 Juli 2021 kasus aktif Covid-19 di Indonesia tercatat 554.884 orang. Sedangkan, berdasarkan data Satgas, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 3.331.206 orang hingga hari ini.

Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan terdampak yang dilihat dari keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit yang sempat meningkat. Kondisi tersebut membuat pemerintah melakukan berbagai tindakan agar tidak terjadi penumpukan di RS.

Pasien positif Covid-19 gejala ringan dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri dengan ketentuan anjuran dan pengawasan tenaga kesehatan setempat.

Sedangkan pasien Covid-19 dan masyarakat dengan keluhan kesehatan ringan pun dianjurkan melakukan konsultasi medis secara online atau pemerintah menyebutnya Telemedicine. Hingga saat ini, ada 11 platform yang bekerja sama dengan Kemenkes.

Namun pada praktiknya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya sejumlah tantangan. Mulai dari tidak terintegrasinya data antara sistem bidang kesehatan, hingga kurangnya ketersediaan dan pemanfaatan data.

"Upaya digitalisasi kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari tantangan. Tidak tersedianya payung regulasi bagi industri terkait layanan kesehatan digital," ujar Menkes pada webinar Sinergi Ditengah Pandemi, Akselerasi Digital di Semua Bidang, Jumat (30/7/2021).

Berdasarkan kebutuhan transformasi digital kesehatan di Indonesia, Kemenkes telah menyusun 3 program prioritas fokus digitalisasi kesehatan yaitu integrasi dan pengembangan sistem data kesehatan, integrasi dan pengembangan sistem aplikasi layanan kesehatan, serta penguatan ekosistem teknologi kesehatan.

"Ketiga program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya digitalisasi kesehatan," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini