Benarkah Anosmia Tanda Sakit Covid-19 Anda Tak Parah?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 612 2448658 benarkan-anosmia-tanda-sakit-covid-19-anda-tak-parah-6ZMu78cwsA.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KETIKA terpapar Covid-19, salah satu gejala yang dialami oleh para pasien adalah kehilangan indra penciuman atau yang kerap disebut anosmia. Anosmia terjadi ketika seseorang kehilangan indra penciumannya dan pengecapnya.

Namun, ada anggapan bahwa seseorang terinfeksi Covid-19 dan mengalami Anosmia tandanya penyakit yang diderita tidak parah. Lantas apakah ini ini fakta atau mitos?

Dokter THT, Bedah Kepala, dan Leher, dr. Hemastia Manuhara, menegaskan bahwa Anosmia tidak bisa menjadi patokan parah atau tidaknya Covid-19 pada seseorang. Sebab dalam beberapa kasus ada pula orang tanpa gejala (OTG) dan langsung batuk dan mengalami perburukan kondisi hanya dalam waktu beberapa hari.

“Jadi sebenarnya ini adalah mitos yang menyebutkan Anosmia tidak parah. Jadi tidak ada hubungannya. Sebab Anosmia adalah salah satu gejala dari Covid-19 itu sendiri,” ujar dr. Hemastia, dalam Instagram Series Okezone.

Selain itu, seringkali seseorang bingung untuk membedakan Anosmia akibat Covid-19 dan disebabkan oleh flu biasa. Oleh sebab itu banyak masyarakat yang khawatir dan langsung ketakutan terinfeksi Covid-19 apabila merasa tidak bisa mencium aroma dari bend-benda yang ada di sekitarnya.

“Yang membedakan Anosmia pada Covid-19 berasanya cepat sekali dan lebih hebat gejalanya, serta langsung merasa hilang tidak bisa mencium apapun. Tapi kalau Influenza bertahap kenanya atau secara perlahan kehilangan indera penciumannya,” lanjutnya.

Ia menambahkan prinsip kedua penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh virus. Sehingga ciri-cirinya hampir sama. Tapi karena kita di Indonesia sedang tinggi kasus Covid-19, sehingga kalau merasa flu, ada baiknya langsung melakukan tes PCR untuk memastikannya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini