Produk Fashion dari Malang Tembus Pasar Eropa dan Amerika

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 31 Juli 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 31 194 2448811 produk-fashion-dari-malang-tembus-pasar-eropa-dan-amerika-NdJsGa1Mlj.jpg Produk fashion dan kriya asal Malang tembus pasar Eropa hingga Amerika (Foto : Avirista/Okezone)

KOTA MALANG - Di tengah pandemi Covid-19, produk kriya dan fashion buatan warga Kota Malang berhasil menembus pasar ekspor. Kabar adanya industri kriya dan fashion yang menembus pasar ekspor disambut bahagia di tengah dampak perekonomian kala PPKM Level 4.

Mengusung brand House of Diamonds (HoD), produk ciptaan dua saudara yakni Nur Cholidah (Ida) dan Noor Fadillah (Lila), kriya dan fashion ini memproduksi sejumlah produk mulai dari kimono, masker, bandana, hingga pakaian produk jahitan tangan lainnya.

Produk Fashion

Salah satu Founders HoD Nur Cholidah menuturkan, tak menyangka bila handmade fashion dan kriya produksinya bisa menembus pasar ekspor mancanegara. Ia menyatakan awalnya produk - produknya hanya berkutat pada pasar dalam negeri.

Baca Juga : Intip Gaya Kasual Evelina Witanama 'Miss Olivia' Ikatan Cinta, Cantiknya Kebangetan!

Ida, sapaan akrabnya menjelaskan, selama ini pembelinya lebih banyak berasal dari luar Malang dan mengaku pembelinya lebih banyak dari luar Malang, seperti Jakarta. Namun akhir - akhir ini produksinya justru telah terjual, hingga beberapa negara - negara maju di benua Eropa, Amerika, dan Asia, seperti Inggris, Finlandia, Kanada, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Taiwan.

Produk Fashion

"Pelanggan bisa pesan melalui online. Kami juga jadi produsen toko-toko retail yang mendukung bisnis kecil berbasis komunitas. Itu banyak sekali di luar negeri, sehingga kami reach out (menjangkau) ke toko-toko, atau organisasi yang membawahi retailer yang mau memanfaatkan produk lokal Indonesia, seperti di Kanada ada satu, Amerika ada tiga, Australia ada satu, di Singapura ada tiga," ucap Ida, melalui rilis yang diterima pada Sabtu (31/7/2021).

Produk Fashion

Ida menyatakan, ada beragam cara ia menawarkan produk HoD, salah satunya dengan wholesale (grosir). Pertama - tama, HoD akan menawarkan kepada wholesaler atau toko-toko yang melakukan pembelian produk dalam jumlah besar produk tradisional yang biasa HoD produksi. Dari situ para wholesaler ada yang langsung membeli produk, tapi ada juga toko yang inginnya memasang sesuai keinginan mereka, terkait desain dan pola jahitannya.

"Jadi masing-masing wholesaler mempunyai ciri khas sendiri, tapi diproduksi oleh HoD. Strategi bergabung dengan organisasi besar, tujuannya supaya kami bisa dipromosikan, sehingga bisa mendapat wholesaler baru. Awalnya tak menyangka akan ada orang yang membeli produk yang dijual oleh HoD," tuturnya.

Ia mengaku saat pandemi Covid-19, ada dampak penurunan omzet penjualan ke usaha HoD. Namun perlahan omzetnya mulai stabil, bahkan hingga merambah pasar ekspor.

Saat pandemi Covid-19 merebak di awal Februari, HoD memproduksi masker kain bahan batik, dan non-batik untuk dipasok ke beberapa toko wholesaler di luar Indonesia, Jakarta, dan Malang. Namun diakuinya salah satu kendala yang dihadapi akibat pandemi, terhentinya pemasok bahan baku.

Produk Fashion

“Saat kondisi mulai membaik, kami mulai jalan lagi pelan-pelan memproduksi produk. Namun tetap melihat kondisi pasar, jadi harus cermat bikin produk apa yang bisa di jual,” tukas dia.

Pihaknya berharap ke depan bisa lebih efisien lagi dalam memproduksi dan memilih produk yang akan dijual. Tujuannya agar usaha HoD yang berbasis komunitas tetap bisa eksis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini