Terungkap, Gaya Hidup dan Pola Makan Tidak Sehat Pemicu Utama Kanker

Antara, Jurnalis · Minggu 01 Agustus 2021 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 481 2449062 terungkap-gaya-hidup-dan-pola-makan-tidak-sehat-pemicu-utama-kanker-PDEqfSDdox.jpg Ilustrasi kanker. (Foto: Rawpixel/Freepik)

GAYA hidup dan pola makan yang tidak sehat ternyata masih menjadi pemicu utama penyakit kanker di Indonesia. Demikian diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr Cut Putri Arianie MHKes.

Berkaca dari hal tersebut, maka Kemenkes terus berupaya menggencarkan promosi kesehatan tentang cara-cara pencegahan kepada masyarakat, sehingga angka kasus kanker di Indonesia tidak terus bertambah banyak.

Baca juga: Mengenal Kanker Nasofaring, Berasal dari Virus dalam Tubuh Setiap Orang 

"Didasari dengan prinsip-prinsip hidup sehat, kita bisa mencegah terjadinya kasus baru," kata dr Cut Putri Arianie dalam sebuah webinar, Sabtu 31 Juli 2021, seperti dikutip dari Antara.

Ia melanjutkan, dengan menerapkan pola hidup sehat, bisa mencegah kasus kanker yang merupakan penyakit tidak menular. "Ini perlu ditekankan karena gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat masih menjadi faktor risiko yang menambah tinggi angka kasus kanker," katanya.

Ilustrasi kanker. (Foto: Shutterstock)

Adapun gaya hidup yang menjadi pemicu kasus kanker adalah merokok, meminum alkohol, hingga kurangnya melakukan aktivitas fisik. Sementara untuk pola makan yang tidak sehat seperti berlebihnya mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau bisa menaati aturan diet sehat seimbang yang menjadi pedoman dari Kemenkes dengan mengisi piringnya menggunakan skema 1/4 bagian untuk karbohidrat, 1/4 bagian untuk protein, dan 1/2 bagian untuk sayur-sayuran dan buah.

Baca juga: Pandemi Sebabkan Perawatan Pasien Kanker Jadi Terganggu 

Selain mengimbau masyarakat agar bisa hidup dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat, beberapa kegiatan yang digalakan oleh Kemenkes untuk mencegah peningkatan kasus kanker di Indonesia di antaranya mengampanyekan kegiatan deteksi dini, memberikan perlindungan khusus, dan menyediakan pengobatan di fasilitas-fasilitas kesehatan dengan standar yang terus diperbaiki dari waktu ke waktu.

Untuk kegiatan deteksi dini, Kemenkes kerap kali membagikan langkah- langkah deteksi dini berbagai macam kanker lewat komunitas ataupun webinar- webinar sehingga masyarakat bisa menangani permasalahan kanker yang dihadapi sedini mungkin.

Sementara untuk perlindungan khusus dilakukan dengan pemberian imunisasi HPV (human papilomavirus) untuk anak-anak berusia 9 hingga 14 tahun.

Sebelumnya imunisasi HPV itu awalnya hanya ada di 6 lokasi di Indonesia, namun menurut dr Cut Putri Arianie saat ini di bawah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin imunisasi itu sudah disetujui agar bisa didistribusikan ke seluruh Indonesia menunggu anggaran untuk tahun depan.

Baca juga: Yuk Cegah Kanker Payudara di Masa Pandemi dengan Cara Ini 

Lalu untuk pengobatan, Kemenkes memastikan agar fasilitas-fasilitas kesehatan di Indonesia mendapatkan peningkatan sehingga bisa tetap melayani pasien- pasien kanker dari segala kalangan untuk mendapat akses pengobatan yang baik dan maksimal.

Ia pun mengajak masyarakat bisa menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat agar bisa berkontribusi aktif mengurangi kasus kanker yang ada di Indonesia.

"Kita tahu kesehatan itu bukan segalanya, tapi dari pandemi kita belajar tanpa kesehatan segala-galanya tidak ada artinya. Jadi kita mendorong pembangunan berdasarkan kesehatan bisa dimulai masyarakat dengan mengedepankan perilaku hidup sehat," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini