Ini Cara Mencegah Amputasi Kaki Akibat Komplikasi Diabetes

Antara, Jurnalis · Minggu 01 Agustus 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 481 2449140 ini-cara-mencegah-amputasi-kaki-akibat-komplikasi-diabetes-D68Nuup21w.jpg Ilustrasi cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes. (Foto: Boldsky)

JUMLAH penderita diabetes terus bertambah setiap tahunnya. Ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia pada 2030. Sebagai salah satu negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia, Indonesia akan turut terkena dampak epidemi tersebut.

Statistik menunjukkan bahwa prosedur amputasi pada 6 dari 7 penderita kaki diabetik diawali dari sebuah luka sederhana. Padahal, 85 persen dari luka tersebut sebetulnya dapat dicegah dan ditangani dengan baik agar tidak berkembang ke arah yang lebih serius.

Baca juga: Pasien Diabetes Wajib Cek Kaki Setiap Hari, Ini Manfaat dan Caranya 

Dokter spesialis luka lulusan Universitas Indonesia, Adisaputra Ramadhinara, mengatakan hal ini membuat pencegahan dan deteksi dini terhadap kaki diabetik menjadi sangat penting untuk mengurangi angka kejadian penderita luka diabetes dan risiko amputasi di kemudian hari.

Ilustrasi diabetes. (Foto: Boldsky)

Ia menyampaikan bahwa luka diabetes di kaki memerlukan penanganan khusus agar kesembuhan yang optimal dapat dicapai. Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan di bidang perawatan luka telah berhasil menekan angka amputasi.

Baca juga: Penderita Diabetes, Hindari Konsumsi 4 Buah Ini 

"Penggunaan berbagai dressing modern untuk mengatasi infeksi dan menjaga agar suasana luka tetap lembap juga sangat diperlukan. Karena dalam suasana lembap, pertumbuhan jaringan baru menjadi lebih optimal dan proses penutupan luka oleh sel kulit baru bisa terjadi dengan lebih cepat," kata dr Adisaputra dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (1/8/2021).

Ia juga tidak menganjurkan penggunaan kain kassa sebagai penutup luka, karena tidak dapat menjaga kelembapan daerah luka dan bisa meningkatkan risiko infeksi. Sebuah studi menunjukkan bahwa bakteri dapat menembus hingga 64 lapisan kassa. Hal ini membuat kassa bukanlah penutup luka yang ideal.

Selain itu, pengendalian kadar gula darah harus dilakukan secara optimal agar proses penyembuhan luka dapat berjalan dengan baik. Selama menjalani perawatan, kaki yang sedang terluka juga harus diistirahatkan dan tidak boleh menjadi tumpuan beban.

Saat ini perawatan luka selalu mengedepankan pentingnya kerja sama multidisiplin. Pada kasus luka diabetik di kaki, perawatan luka dapat ditangani oleh dokter spesialis luka. Namun, bilamana terjadi penyumbatan pembuluh darah di kaki, maka diperlukan keterlibatan spesialis vaskular untuk tindakan revaskularisasi atau perbaikan aliran darah ke tungkai guna menunjang proses penyembuhan luka yang optimal.

Baca juga: Manfaat Kunyit untuk Kesehatan, Punya Penyakit Diabetes Coba Konsumsi Rutin 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini