Kasus Harimau Kena Covid-19 Manusia Terbukti Tularkan Corona ke Hewan, Bisakah Sebaliknya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 02:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 612 2449319 kasus-harimau-kena-covid-19-manusia-terbukti-tularkan-corona-ke-hewan-bisakah-sebaliknya-DDFdYQnHFC.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMANG sudah terbukti bahwa Covid-19 bisa menular ke hewan. Terbaru, dua harimau sumatera yang berada di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) terinfeksi covid-19, yang dicurigai ditularkan dari manusia.

Pakar kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 dr Muhamad Fajri Adda'i mengatakan hewan memang dapat terinfeksi virus corona. Mengutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kemungkinan hewan terinfeksi covid-19 dari manusia.

"Jadi kalau ditanya kenapa hewan bisa kena, kemungkinan dia tertular dari manusia, itu keterangan yang ada di CDC. Jadi, memang bisa (terinfeksi) ketika hewan close contact atau kontak erat dengan manusia," kata dr Fajri saat dihubungi MNC Portal, Minggu (1/8/2021).

Ia melanjutkan, tidak hanya harimau, hewan-hewan lainnya seperti kucing atau anjing peliharaan juga bisa terinfeksi covid-19. Meski demikian, belum ada bukti bahwa hewan yang terinfeksi covid-19 dapat menularkan kepada manusia.

Selain itu, hewan yang terkena covid-19 juga bisa mengalami gejala serupa dengan manusia. Mulai demam, batuk, lemas, menggigil, pilek, hingga mual, dan muntah.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan bahwa kondisi ini harus disikapi serius oleh semua orang yang memiliki hewan peliharaan di rumah.

Oleh karena itu, ia mengimbau pemilik hewan peliharaan tidak membiarkannya berkeliaran keluar rumah. Sebab, ini bisa meningkatkan risiko paparan covid-19 yang mungkin dibawa si hewan karena dia terinfeksi covid-19 di luar rumah.

Dicky menambahkan, di situasi seperti saat ini dokter hewan maupun dinas kesehatan hewan sudah harus mulai bergerak. Artinya, tenaga profesi tersebut sudah mulai mengimbau masyarakat mengenai risiko paparan covid-19 pada hewan.

"Mereka harus memberi pemahaman dan bagaimana mencegah covid-19 pada manusia maupun hewan. Menjaga kesehatan ini penting sebagai upaya pencegahan," katanya.

Di Eropa sendiri, para peneliti sudah membuktikan bahwa covid-19 dapat menyebar antar-tikus lab (mink) maupun mink ke manusia. Oleh karena itu, informasi ini penting disampaikan apalagi Indonesia belum memiliki rumah sakit hewan khusus Covid-19, berbeda dengan di Korea Selatan.

Baru-baru ini otoritas kesehatan Korea mencurigai bahwa seorang ibu dan putrinya, yang tinggal di fasilitas itu, telah menularkan virus corona ke anak kucing itu. Keduanya dinyatakan positif Covid-19.

Park Yoo-mi, seorang pejabat pengendalian penyakit mengingatkan warga untuk menjaga hewan peliharaan mereka "setidaknya dua meter dari orang dan hewan peliharaan lainnya saat berjalan-jalan".

Para ahli sebelumnya mengatakan sangat tidak mungkin seekor anjing atau kucing dapat menularkan virus ke manusia, meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa kucing mungkin dapat membawa virus itu dan menularkannya ke kucing lain.

Secara global, beberapa hewan peliharaan dinyatakan positif terkena virus - meskipun kasus seperti itu umumnya cukup jarang.

Kembali ke dokter Fajri, lantas bagaimana kalau hewan terinfeksi covid-19, apakah kita manusia bisa tertular? 

"Sejauh ini kategori penularan hewan kepada manusia low atau rendah. Yang jelas, kemungkinan penularan pertama covid-19 di dunia itu dari kelelawar, tetapi sekarang mostly adalah penularan dari manusia ke manusia," tutup dr Fajri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini