Menkes Klaim Terjadi Penurunan Kasus Covid-19, Testing Akan Dipekuat Lagi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 481 2449540 menkes-klaim-terjadi-penurunan-kasus-covid-19-testing-akan-dipekuat-lagi-nM69HLw3FP.jpg Menkes Budi Gunadi (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

MENTERI Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin, memberikan kabar baik bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam sesi jumpa pers yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekertariat Kabinet, Senin (2/8/2021). Ia mengatakan bahwa kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia sudah mulai mengalami penurunan sejak sepekan terakhir.

Tak hanya itu, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di berbagai wilayah besar seperti DKI Jakarta, dan Jawa Barat juga telah menunjukkan penurunan yang signifikan. Presiden menekankan selain bersyukur, masyarakat juga harus tetap waspada, sebab virus ini sulit terduga dan penyebarannya terjadi di mana-mana di seluruh dunia.

Menkes Budi

“Sekarang negara-negara besar di dunia pun naiknya tinggi. Banyak negara besar seperti Amerika Serikat kasus positifnya naik hingga 100 ribu. Presiden menekankan bahwa harus bersyukur bahwa kerja keras kita semua berhasil menurunkan angka konfirmasi dan tekanan di rumah sakit, tapi jangan lupa untuk terus waspada,” kata Menkes Budi.

Menkes menjelaskan hal ini tak lepas dari penguatan testing yang telah dilakukan. Awalnya rata-rata testing sekira 60-70 ribu test, menjadi 200 ribu bahkan untuk testing spesimennya sudah hampir 300 ribu per hari.

"Kita bersyukur dengan peningkatan kapasitas testing dalam sebulan terakhir 50-200 ribuan, kasus yang tadinya kita prediksi di 70 ribu, sekarang kita amati puncaknya di 57 ribu," sambungnya. 

Baca Juga : Menkes: Favipiravir Gantikan Oseltamivir sebagai Obat Antivirus

Menkes mengatakan masih akan terus meningkatkan testing ini, kalau perlu sampai 300-400 ribu secara bertahap supaya. Tujuannya untuk benar-benar mengetahui kondisi Covid-19 di masyarakat.

“Kami akan segera menangani kalau ada yang terinfeksi dan diisolasi supaya tidak menular, sementara yang sakit akan kita rawat di rumah sakit supaya tidak telat dan berakhir fatal. Sebab penyakit ini kalau dirawat dengan cepat dan tepat, maka akan tertangani. Akibat penurunan kasus positif ini, tekanan rumah sakit terutama di daerah-daerah seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini