1.139 Kasus Varian Covid-19 Ditemukan di Indonesia, Delta Terbanyak!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 481 2449587 1-139-kasus-varian-covid-19-ditemukan-di-indonesia-delta-terbanyak-47wqOjHGXg.jpg Ilustrasi (Foto : Mirror)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperbanyak tes whole genom sekuens untuk melacak keberadaan varian Covid-19 yang sangat meresahkan. Hingga Juli 2021 ini saja, diketahui sudah 3.917 tes yang dilakukan.

"Angka tersebut kami rasa masih belum begitu banyak dibandingkan negara lain, Inggris misalnya yang sudah melakukan genom sekuens puluhan ribu kali. Tapi, kami akan terus tingkatkan testnya," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Ia melanjutkan, sejak Desember 2020, tes genom sekuens ini baru dilakukan sebanyak 140 kali. Sangat sedikit, sampai akhirnya Menkes Budi meningkatkan cakupan testing dan bisa 1.000-an tes per bulannya.

Menkes Budi

Dari 3917 tes genom sekuens yang telah dilakukan, diketahui ada 1.139 hasil menunjukkan kasus varian Covid-19, seperti Alfa (B.1.1.7), Beta (B.1.351, B.1.351.2, B.1.351.3), Delta (B.1.617.2, AY.1, AY.3).

Untuk rincian kasusnya, dari 1.139 itu sebanyak 61 kasus adalah varian Alfa, 17 kasus varian Beta, dan 1.061 varian Delta, termasuk di dalamnya varian Delta Plus.

"Varian Delta memang mendominasi kasus karena karakternya yang lebih cepat menular. Dibanding varian Alfa, varian Delta 2 kali lebih cepat, dan dibandingkan virus SARS-CoV2 utama, varian Delta 6 kali lebih cepat menular," papar Menkes Budi.

Baca Juga : Menkes : Di Luar Pulau Jawa Masih Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19

Varian Delta juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali. Namun, semakin banyak dilakukan tes genom sekuens, akan semakin cepat mencegah penyebaran varian Covid-19 di masyarakat.

"Kasus di Amerika Serikat misalnya, varian Delta di sana sudah 122 ribu kasus per hari. Karena itu, varian ini perlu disikapi serius," tambah Menkes Budi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini