Menkes Beberkan Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 481 2449590 menkes-beberkan-penyebab-lonjakan-kasus-covid-19-di-luar-jawa-bali-5S0EY4hZvG.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

KENAIKAN kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali semakin berarti. Hal ini pun disadari Kementerian Kesehatan. Karena itu, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah akan mereplikasi apa yang dilakukan di Jawa-Bali untuk menekan kenaikan kasus di luar Jawa-Bali.

"Apa yang kami lakukan di Jawa-Bali terbukti memberikan penurunan angka kasus dan kematian dan itu kenapa kami akan replikasi cara tersebut untuk penanganan pandemi Covid-19 di luar Jawa-Bali," kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Menkes Budi pun coba menerangkan alasan lonjakan kasus di luar Jawa-Bali. Dalam keterangannya, ia meyakini ada 2 penyebab utama lonjakan kasus tersebut, pertama soal ketidakdisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan dan faktor berikutnya adalah varian Delta yang cepat menyebar.

Patuhi Protokol Kesehatan

"Alasan pertama adalah soal disiplin prokes yang masih lemah di masyarakat. Kalau kita disiplin prokes yaitu pakai masker yang benar dan rajin, jaga jarak dengan benar, kerumunan dihindari, itu resep paling jitu dan mudah, cuma paling susah bagi sebagian masyarakat," ujarnya.

Baca Juga : 1.139 Kasus Varian Covid-19 Ditemukan di Indonesia, Delta Terbanyak!

Padahal, Menkes Budi punya keyakinan bahwa kalau itu dilakukan dengan disiplin, akan memberi dampak berarti bagi penyebaran virus di masyarakat.

"Disiplin prokes itu mudah namun berdampak besar dalam mengurangi penularan dan melindungi keluarga supaya enggak ke rumah sakit," tambahnya.

Lalu, alasan berikutnya adalah serangan varian Delta yang terbukti lebih ganas. Ya, varian ini diketahui lebih cepat menular, 2 kali lebih cepat dari varian Inggris, dan 6 kali lipat dari virus utama.

"Penularan varian Delta itu cepat sekali, 2 sampai 3 kali lebih menular daripada varian Inggris (Alfa), dan 6 kali lebih cepat menular dari virus utama," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini