Menkes: Indonesia Akan Terima 70 Juta Dosis Vaksin pada Agustus-September

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 02:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 481 2449886 menkes-indonesia-akan-terima-70-juta-dosis-vaksin-pada-agustus-september-mrC6CfdVUQ.jpg Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: BPMI)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia akan menerima 70 juta dosis vaksin covid-19 pada bulan Agustus dan September 2021. Kedatangan puluhan juta dosis vaksin ini bakal sejalan dengan percepatan vaksinasi di Indonesia, terutama di tujuh daerah aglomerasi Pulau Jawa dan Bali.

"Vaksin paling besar akan datang pada Agustus–September. Perkiraan kita yang sudah pasti sekitar 70 jutaan di Agustus dan September, sehingga beban vaksinasi kita akan sangat tinggi," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin 2 Agustus 2021.

Baca juga: Menkes Minta Daerah Selesaikan Vaksinasi Booster dalam 2 Minggu 

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

Dia menjelaskan, sebagai perbandingan, pada bulan Januari sampai Juli ada 90 juta dosis vaksin yang tiba di Indonesia. "Jadi, kita menyelesaikan 90 juta dalam waktu 7 bulan," ujarnya.

Menkes Budi mengungkap, hanya sekira 20 persen vaksin covid-19 yang datang ke Indonesia pada Januari hingga Juli. Sedangkan 80 persen sisanya diperkirakan datang pada Agustus sampai Desember 2021.

Baca juga: Menkes Puji Nakes Tingkatkan Tracing Covid-19 hingga 200 Ribu/Hari 

"Total kalau semua kita peroleh di bulan Agustus hingga Desember itu sekitar 331 juta. Ini kan hampir empat kali lipat dari yang kita peroleh di Januari–Juli. Jadi, membutuhkan peningkatan yang sangat pesat dari sisi vaksinasi di seluruh daerah-daerah," kata Menkes Budi.

Ia menegaskan, vaksinasi akan berkonsentrasi di daerah-daerah yang memiliki kasus covid-19 paling banyak dan kasus kematian paling tinggi. Masing-masing di daerah Jawa dan Bali serta tujuh wilayah aglomerasi besar di Jawa-Bali yakni kawasan Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Yogyakarta, Surabaya Raya, Malang Rraya, plus Bali.

"Itu adalah daerah-daerah yang tingkat kasus aktif paling tinggi dan kematian paling tinggi. Kita melakukan vaksinasi berbasis risiko, jadi daerah-daerah itulah yang kita sasar duluan agar dengan cepat mengurangi laju penularan dan kasus kematian," jelas Menkes Budi.

Baca juga: Menkes Yakin Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19 mRNA 

Di tujuh daerah aglomerasi Jawa-Bali tersebut juga akan dilakukan peningkatan target vaksinasi harian secara signifikan.

"Sebagai contoh, sekarang bulan Juli, kita hanya suntik 382 ribu per hari rata-rata. Itu harus kita naikkan menjadi 1,2 juta per hari untuk tujuh aglomerasi itu saja. Jadi bayangkan akan ada kenaikan hampir empat kali lipat," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini