Benarkah Teriakan Penonton Membakar Semangat Atlet?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 481 2450217 benarkah-teriakan-penonton-membakar-semangat-atlet-gitu4Du4MI.jpg Ilustrasi teriakan penonton. (Foto: Prasetyo Utomo/Antara)

OLIMPIADE Tokyo 2020 dihelat tanpa penonton. Hanya staf ataupun rekan atlet yang boleh menyaksikan dari tribun penonton. Kebijakan ini sejalan dengan masih mewabahnya covid-19 secara global, termasuk di Kota Tokyo, Jepang.

Tidak adanya penonton ternyata menyita perhatian beberapa pakar psikologi untuk berkomentar. Mereka menyoroti efek kehadiran penonton bagi sang atlet yang sedang bertanding.

Baca juga: Ini Alasan Wajib Jalankan Prokes Ketat meski Sudah Divaksin 

Ya, sudah banyak bukti menerangkan bahwa semangat yang disalurkan penonton menjadi semacam cambukan untuk si atlet agar lebih keras berusaha mengalahkan lawan.

Tapi, apakah benar keriuhan dan teriakan penonton memberi dampak pada psikologis atlet yang berlaga? Atau, itu hanya persepsi dari masyarakat umum?

"Di stadion yang dipenuhi penonton, keriuhan biasanya menjadi penambah energi untuk si atlet agar dirinya terus terdorong memberikan performa yang baik," kata sports mental conditioning coach Roger Kirtz, seperti dikutip dari laman Huffpost, Selasa (3/8/2021).

Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Foto: Reuters)

Sementara Bruce Walker, profesor psikologi dan komputasi interaktif yang memimpin Sonification Lab di Georgia Institute of Technology, menilai kebisingan kadang menjadi penghalang si atlet berkonsentrasi.

"Beberapa atlet malah lebih suka tenang dan sebisa mungkin menghindari kebisingan yang terjadi akibat riuhnya penonton," ungkapnya.

Baca juga: 7 Langkah Terhindar dari Covid-19 saat Terima Paket 

Meski ada dua kemungkinan yang dikemukakan dua ahli psikologi itu, tidak bisa dimungkiri bahwa fenomena penonton menyumbang semangat itu diamini banyak negara. Sebab, tak ayal riuhnya penonton itu penting bagi si atlet.

"Ada orang yang kinerjanya makin baik jika ada orang lain di sekitarnya. Secara umum, atlet-atlet dunia itu cenderung tampil lebih baik di tengah kerumunan orang daripada saat sendirian. Tapi sekali lagi, ini tidak berlaku untuk semua atlet," tegas laporan Huffpost.

Tergantung Cabang Olahraga

Ya, benar. Semua kembali ke cabang olahraganya. Ada olahraga yang memerlukan konsentrasi penuh dan ketenangan. Ada juga olahraga yang memang memacu adrenalin dan riuhnya penonton bisa membakar semangat atlet itu sendiri.

Baca juga: Ini Dia Deretan Hobi Baru Paling Digemari Selama Pandemi Covid-19 

"Olahraga yang membutuhkan fokus tinggi seperti panahan, menembak, atau catur misalnya, atlet akan jauh lebih senang jika tidak bising. Atlet di cabang olahraga seperti itu berlatih sangat keras untuk bisa meredam kebisingan," kata Walker.

"Tapi, beda cerita pada cabang olahraga bulu tangkis, sepakbola, atau juga angkat beban. Dorongan semangat dari teriakan penonton kemungkinan memainkan peran besar buat si atlet untuk memaksimalkan usahanya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini