POGI Imbau Ibu Hamil Tidak Ragu Mendapat Vaksinasi Covid-19

Antara, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 481 2450568 pogi-imbau-ibu-hamil-tidak-ragu-mendapat-vaksinasi-covid-19-TA9G5i51DU.jpg Ilustrasi vaksinasi covid-19 untuk ibu hamil. (Foto: Shutterstock)

IBU hamil pada trimester kedua dan ketiga tidak perlu ragu untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 di sentra vaksinasi terdekat. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Profesor Dr dr Budi Wiweko SpOG (K) MPH.

"Yang paling penting usia kehamilannya di atas 3 bulan, tekanan darah di bawah 140/90 mmHg, serta tidak ada tanda maupun keluhan terkait preeklamsia berat seperti nyeri kepala, nyeri rematik, gangguan pandangan, kaki bengkak, atau hipertensi," terang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, seperti dikutip dari Antara, Rabu (4/8/2021).

"Itu kira-kira yang menjadi catatan bagi ibu hamil yang ingin melakukan vaksinasi," tambahnya.

Baca juga: Kemenkes Beri Izin Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil 

Pada Senin 2 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Vaksinasi Covid- 19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Mulai hari itu juga vaksin covid-19 sudah bisa diberikan bagi ibu hamil dengan prioritas pada daerah risiko tinggi.

Vaksinasi ibu hamil. (Foto: Shutterstock)

Vaksin yang dapat digunakan untuk ibu hamil adalah vaksin covid-19 platform mRNA seperti Pfizer dan Moderna, serta vaksin platform inactivated Sinovac, atau sesuai ketersediaan.

Prof Budi memastikan vaksinasi bagi ibu hamil aman selama memenuhi kriteria yang sudah dianjurkan POGI dan Kemenkes. Ia juga menyebut negara Malaysia dan Amerika Serikat yang sudah melakukan vaksinasi kepada ibu hamil dan sejauh ini aman.

Baca juga: Antibodi Covid-19 Bisa Diwariskan lewat ASI, Bumil dan Busui Yuk Ikutan Vaksin 

Ia menyebutkan studi observasional di AS terhadap 35 ribu ibu hamil yang divaksinasi menggunakan Vaksin Moderna dan Pfizer. Observasi ini dilakukan pada periode Desember 2020 sampai Februari 2021.

Sebagian besar di antara ibu yang sudah melahirkan tidak ditemukan masalah pada dirinya maupun dan bayinya. "Hal tersebut yang menjadi dasar bagi kami untuk mendorong vaksinasi covid-19 pada ibu hamil di Indonesia," tutur Prof Budi.

Ia juga mengatakan 61 persen ibu hamil yang terinfeksi covid-19 di Indonesia merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). "Ini sangat berbahaya ya. Jadi ibu hamil itu tidak merasa bahwa mereka terinfeksi," ujarnya.

"Padahal kalau kita lihat lebih jauh pada saat gelombang pertama pandemi covid-19, ibu hamil yang memerlukan rawat ICU itu mencapai kurang lebih 7 persen dan tingkat kematian sekitar 3 persen," terangnya.

Baca juga: Vaksinasi Ibu Hamil Bisa Bantu Janin Miliki Antibodi Covid-19 

Kini saat memasuki gelombang kedua, Varian Delta turut mengubah semuanya. Prof Budi menyebutkan proporsi ibu hamil yang terinfeksi di DKI Jakarta mencapai 30 persen. Sementara di Kota Surabaya, dari 120 ibu yang terinfeksi Varian Delta ada 20 orang yang meninggal dunia.

Selain itu pada kalangan tenaga kesehatan, dokter obstetri ginekolog merupakan dokter spesialis yang memiliki angka kematian paling tinggi, mencapai 47 orang se-Indonesia.

"Oleh sebab itu, kami sangat memikirkan tentang bagaimana melindungi ibu hamil ini. Salah satu yang sangat penting adalah vaksinasi," tutur Prof Budi.

Tiara Rizkita, ibu hamil berusia 25 tahun, mengaku dirinya memiliki keinginan untuk melakukan vaksinasi covid-19. Namun sayangnya, saat ini ia memasuki trimester ketiga atau sekira 38 minggu dan diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dekat.

Baca juga: Ini Syarat Ibu Hamil Bisa Dapat Vaksinasi Covid-19 

"Kalau dalam keadaan trimester 1 sampai 2, ada keinginan untuk vaksinasi covid-19. Setelah membaca informasi dari dokter kandungan saya, memang sebaiknya vaksin. Tetapi berhubung saya dalam masa menunggu kelahiran, kira-kira tinggal seminggu lagi, sepertinya akan nanggung," ujar Tiara kepada Antara.

Meski demikian, ia masih berencana divaksin setelah melahirkan. "Ada keinginan untuk divaksin pasca-melahirkan, tentu dengan pertimbangan dokter sebab saya akan memasuki masa menyusui," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini