Menkes Budi: 50 Ribu Ton Konsentrator Oksigen Akan Didistribusikan ke Seluruh Indonesia

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 481 2450765 menkes-budi-50-ribu-ton-konsentrator-oksigen-akan-didistribusikan-ke-seluruh-indonesia-VHqgG5A75v.jpg Ilustrasi konsentrator oksigen (Foto : Yahoo)

MENTERI Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah telah menerima batuan sekira 50.000 ton konsentrator oksigen. Adanya konsetrotor oksigen ini diharapkan dapat menyelamatkan jiwa manusia, khususnya yang terinfeksi Covid-19.

"Nah alat ini, bisa untuk pasien yang ada di IGD atau ruang isolasi yang gejalanya masih ringan. Atau jika ada relawan bisa diberikan ke rumah-rumah yang sedang isolasi," tuturnya saat menghadiri acara Dukungan Kegiatan Serah Terima Donasi Alat Kesehatan dari Trip.com Group Rabu (4/8/21).

Menkes menyampaikan, perharinya membutuhkan 50.000 ton oksigen. Pasokan oksigen ini diproduksi oleh pabrik, dan nantinya akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Menkes Budi

"Kita sekarang membutuhkan 50.000 ton kalau 1000nya 20 ton makan produksi oksigen perharinya melalui pabrik seperti ini (Trip.com), " terangnya.

Baca Juga : Curhat Keluarga Pasien Covid-19: Cari Donor Plasma Konvalesen Luar Biasa Sulit

Lebih lanjut kata Menkes, saat ini sumbangan oksigen yang telah diterima hingga tadi malam jumlah keseluruhannya mencapai 50.000 ton oksigen.

"Nah sumbangan yang sudah kita terima sampai sekarang sampai tadi malam itu 4900, yang ke sini 11000 yang kira-kira 50 ribu dan 4000 nya sudah didistribusikan ke seluruh daerah," kataya.

Baca Juga : Menkes Beberkan Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Kemudian Budi menyampaikan, paling banyak mendidistribusikan oksigen ini ke Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa timur Bali dan Yogyakarta. Akan tetapi mulai Minggu ini akan mulai didistribusikan keluar Jawa.

"Karena sudah geser. Lampung, Kalimantan Tengah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau sudah mulai kita ini kirimkan," tuturnya.

Target konsentrator oksigen ini akan dikirimkan ke provinsi-provinsi yang kasus aktifnya dan pasien dirawatnya tinggi. Dengan begitu, alat ini akan mempermudah tenaga kesehatan, serta pasien agar tetap mendapatkan oksigen saat sakit.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini