Kasus Covid-19 di Luar Jawa Melonjak, IDI Sebut Tracing Harus Ditingkatkan

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 481 2450912 kasus-covid-19-di-luar-jawa-melonjak-idi-sebut-tracing-harus-ditingkatkan-QwJKH191l7.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

KASUS konfirmasi positif Covid-19 di secara nasional cenderung menurun dalam beberapa hari terakhir. Namun, kasus Covid-19 di luar Pulau Jawa justru mengalami lonjakan.

Hal tersebut diungkap Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

“Walaupun kita mendapatkan kabar gembira, beberapa wilayah khususnya di Jabodetabek sudah mengalami penurunan kasus. Namun, kasus-kasus di luar Jawa saat ini dilaporkan mengalami lonjakan, di Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Timur,” kata Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi PB IDI dr Mahesa Paranadipa dalam konferensi pers secara virtual, Rabu.

PCR

Dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 di luar Jawa, Ketua IDI dari daerah-daerah luar Jawa, meminta pemerintah meningkatkan jumlah tracing. Hal tersebut turut diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali, dr Gede Putra Suteja, yang juga mengatakan adanya lonjakan kasus di wilayahnya.

“Memang, realita yang terjadi sekarang bahwa tracing kita rendah. Satu pasien itu, satu positif di-tracing hanya 3-5, sementara WHO kan merekomendasikan 20-30 orang,” kata dr Gede Putra.

Baca Juga : IDI: Apa pun Variannya, Lawan Covid-19 dengan Prokes dan Vaksinasi

Hal yang sama juga disampaikan Ketua IDI wilayah NTB dr Doddy AK dan Ketua IDI Kota Mataram dr Rohadi. Mereka menjelaskan, tracing yang rendah tidak hanya berlaku di kalangan masyarakat, tetapi juga di kalangan tenaga kesehatan (nakes) yang positif Covid-19.

Ditambah, kondisi kurangnya SDM hingga alat kesehatan seperti oksigen di wilayah NTB. “Mudah-mudahan pembelajaran bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi dengan memperbaiki testing, tracing, dan menyiapkan kekurangan-kekurangan lainnya seperti penambahan SDM, alkes, dan sebagainya,” kata dr Doddy.

Sementara itu, belum lama ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, akan segera meningkatkan jumlah testing dan tracing, di samping mempercepat program vaksinasi. Testing dan tracing, kata dia, penting untuk menentukan level Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tiap wilayah.

“Kami akan usahakan sebagian besar testing ini berdasarkan dari pelacakan kontak erat, yang sekarang sedang diaktifkan, baik di Jawa dan Bali, maupun di luar Bali,” kata Menkes Budi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini