IDI: 640 Dokter Indonesia Meninggal Akibat Covid-19 Selama Pandemi

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 481 2450919 idi-640-dokter-indonesia-meninggal-akibat-covid-19-selama-pandemi-0LngsvMehm.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

KABAR duka dan kehilangan terus datang silih berganti di masa pandemi Covid-19. Selama masa pandemi, Indonesia telah kehilangan putra putri terbaiknya yang berdedikasi di dunia kesehatan.

Hari ini, Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan, bahwa per 3 Agustus 2021, tercatat sudah ada 640 dokter yang gugur akibat Covid-19. Angka ini meningkat dari data sebelumnya yakni 598 dokter per 27 Juli 2021.

Data Dokter Meninggal Covid-19

“Dengan berat hati, per 3 Agustus, ada penambahan angka teman sejawat dokter yang meninggal dunia. Sebelumnya, kami sempat mengumumkan bahwa ada 598 dokter yang telah gugur. Per Agustus, kami meng-update dengan angka yang cukup tinggi, yaitu 640 jiwa dokter sejawat yang telah gugur,” kata Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi PB IDI dr Mahesa Paranadipa dalam konferensi virtual, Rabu (4/8/2021).

Dia menjelaskan, berdasarkan data dokter yang meninggal dunia, 84 persen adalah dokter laki-laki, dan 16 persen dokter perempuan.

Baca Juga : Kasus Covid-19 di Luar Jawa Melonjak, IDI Sebut Tracing Harus Ditingkatkan

Data Dokter Meninggal Covid-19

Sementara itu, berdasarkan wilayah, dia memaparkan bahwa tingkat kasus kematian dokter paling tinggi terjadi di Pulau Jawa. Di antaranya 140 dokter gugur di Jawa Timur, 96 orang dokter di Jawa Tengah, 94 di Jawa Barat, dan 94 dokter di DKI Jakarta.

Mahesa mengatakan, saat ini masih ada dokter yang masih terinfeksi Covid-19. Mulai dari yang bergejala ringan, menjalani isolasi mandiri (isoman), hingga dirawat di ICU.

“Saat ini masih ada yang terkonfirmasi (positif), ada yang isoman, dan bahkan ada yang dirawat. Beberapa wilayah melaporkan bahwa ada teman sejawat dokter yang masih dirawat di ICU. Sehingga, dalam hal ini kita masih dalam pemantauan,” ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini