Dokter Reisa: Tidak Elok Sudah Divaksin Lengkap Minta Booster

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 481 2450982 dokter-reisa-tidak-elok-sudah-divaksin-lengkap-minta-booster-lW9pJ4eYXQ.jpg Vaksinasi Covid-19 (Foto: Novie/Okezone)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan setiap negara memvaksin 70 persen warganya untuk mencapai herd immunity pada pertengahan tahun depan. Namun, Indonesia yakin kekebalan kelompok sudah bisa dicapai sebelum target yang ditetapkan tersebut.

"Pemerintah berambisi dapat memenuhi target WHO sebelum pertengahan tahun depan. Jadi, yang terpenting adalah memastikan semua saudara-saudari, sebangsa mendapat vaksin Covid-19," terangnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

 Dokter Reisa

Ini, kata dr Reisa, bukan bagaimana kita mendapatkan suntikan tambahan, bukan saatnya mencari cara mendapatkan suntikan dosis ketiga atau booster. Menurut dr Reisa, tidak elok jika kita memikirkan diri sendiri atau kelompok saja.

"Lebih baik fokus saling bantu, meratakan vaksin untuk semua sasaran di Indonesia. Masih 70% dari 208 juta sasaran vaksinasi yang belum mendapat vaksin. Apakah ideal kalau banyak yang belum dapat, lalu kita memikirkan suntikan berikutnya?" ungkap dr Reisa.

Ia menambahkan, "Dalam sejarah imunisasi dan vaksinasi, individu yang disuntik berkali-kali pun tidak akan mampu menghentikan wabah . Yang harus terjadi adalah pembentukan imunitas bersama sebagaimana kita sudah mengalahkan wabah cacar, polio dahulu yang sekarang sudah tak ada lagi di Indonesia."

Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru itu pun menyatakan bahwa bukan karena satu orang yang divaksin berkali-kali, tapi karena puluhan juta orang divaksin bersama-sama dalam waktu singkat.

"Kunci vaksinasi yang sukses adalah merata dan setara untuk melindungi sesama. Begitu juga dengan prinsip seusai divaksin Covid-19, kita tetap harus taat dan disiplin menjalankan prokes, dukung 3T, dan sukseskan vaksinasi untuk perlindungan bersama," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini