Share

Seberapa Efektif Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 612 2450771 seberapa-efektif-plasma-konvalesen-bagi-pasien-covid-19-loBdH0T9px.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANDA mungkin pernah melihat atau bahkan tengah mencari donor plasma konvalesen. Ya, plasma konvalesen memang menjadi salah satu obat yang banyak dicari oleh penderita Covid-19.

Tapi, apakah plasma konvalesen ini efektif menyembuhkan Covid-19? Plasma konvalesen sendiri, adalah komponen atau plasma darah yang diambil dari pasien yang sudah sembuh dari infeksi Covid-19.

Antibodi yang terkandung dalam plasma konvalesen diyakini mampu menyembuhkan pasien yang terpapar virus SAR CoV2 ini. Namun pemberian terapi plasma konvalesen bagi pasien Covid-19 hingga kini masih dalam proses uji klinis.

Di Indonesia, uji klinis terapi plasma konvalesen dilakukan oleh sejumlah instansi, seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Universitas Indonesia, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Biofarma.

Balitbangkes sendiri telah merilis uji klinis terapi plasma konvalesen di empat rumah sakit pada September tahun lalu.

Dikutip dari Seri Hasil Penelitian Plasma Konvalesen dan Covid-19 yang diterbitkan Balitbangkes pada 2020, terapi plasma konvalesen terbukti aman untuk digunakan pada pasien Covid-19, namun efektivitasnya belum terbukti.

Disebutkan pula dalam laporan tersebut, mayoritas hasil studi saat ini menunjukkan penggunaan terapi plasma konvalesen tidak bermanfaat untuk pasien Covid-19 derajat berat hingga kondisi kritis.

Sementara, penelitian terbaru menunjukkan terapi plasma mungkin bermanfaat bila plasma donor dengan titer antibodi tinggi diberikan lebih dini pada pasien Covid-19 untuk mencegah perburukan penyakit.

Dalam pengantarnya, Kepala Balitbangkes, Slamet mengatakan, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat untuk mengatakan bahwa pemberian terapi plasma konvalesen pada pasien Covid-19 mempunyai efikasi yang baik.

"Efikasi dari penggunaan terapi plasma konvalesen ini perlu diteliti lebih lanjut dengan metode yang baik, agar dapat diberikan dengan tepat sasaran. Begitupun lembaga-lembaga yang mempunyai otoritas di Amerika maupun Eropa menyarankan terapi plasma konvalesen ini digunakan dalam konteks uji klinik," jelasnya.

"Begitu juga di Indonesia, kami mengharapkan rekan-rekan sejawat dokter dan tenaga kesehatan memahami tentang pemberian plasma konvalesen dan dapat mengimplementasikannya," tambah Slamet.

Sementara itu, penelitian Universitas Oxford Inggris menyimpulkan analisis awal terhadap 1.873 kematian dalam sebuah penelitian terhadap 10.400 pasien di Inggris menunjukkan terapi plasma "tidak membuat perbedaan yang signifikan".

Pada kelompok yang diobati dengan plasma konvalesen, 18% pasien meninggal dalam 28 hari, angka yang sama untuk kelompok yang diberi pengobatan standar. Pasien dalam penelitian ini masih ditindaklanjuti dan hasil akhir akan segera diumumkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini