Selama PPKM Konsumsi Daging Ayam dan Buah Malah Alami Penurunan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 298 2451511 selama-ppkm-konsumsi-daging-ayam-dan-buah-malah-alami-penurunan-7w9JehDJtk.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KONSUMSI pangan selama pandemi ternyata mengalami perubahan. Ada banyak jenis makanan yang disukai masyarakat selama dua tahun belakangan.

Ada jenis makanan yang mengalami penurunan, ada juga yang semakin meningkat. Hal ini berdasarkan survei Kementerian Pertanian.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Dr. Ir. Agung Hendriadi, M. En mengatakan, saat masa pandemi Covid-19 ini, beras telur, ikan dan beberapa sayuran konsumsinya meningkat 10-20 persen.

"Sementara untuk daging, ayam dan buah mengalami penurunan. Ini saya khawatir dan kami tetap terus edukasi masyarakat," kata Agung dalam gelaran IC-FANRES 2021 bersama Swiss German University.

Baca Juga: Minum Minuman Hangat saat Cuaca Panas Ternyata Lebih Efektif Menyegarkan Tubuh

 buah

Idealnya, sebut Agung, masyarakat mengonsumsi makan buah dan sayur sekira 75 kg per kapita per tahun. Namun saat pandemi malah menurun.

Padahal masyarakat dianjurkan makan buah dan sayur karena kaya manfaat. Salah satunya bisa membantu menjaga imunitas.

"Kalau daging dan ayam pas pandemi turun enggak apa-apa lah, tapi kalau buah-buahaan ini kenapa turun," ujarnya.

Bukan saja itu, ada juga riset lain yang dilakukan. Semakin meningkatnya human development index, maka masyarakat masih memilih makanan. Tapi ini terjadi sebelum pandemi.

"Mudah-mudahan pandemi berakhir, kita harus fokus dengan makanan beragam, gizi seimbang dan aman. Setiap mau makan itu harus beragam, sebaik mungkin bisa di masa pandemi Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Riset dan Pengembangan BRIN Prof. Ismunandar menambahkan, sekarang kesadaran orang dengan kesehatan ini meningkat. Tren berbeda dari sebelumnya, termasuk soal pangan.

"Pandemi ini sebetulnya organik food barang-barang handmade ini bisa ditingkatkan. Harganya lebih tinggi, tapi manfaatnya baik, sehingga menguntungkan bagi petani," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini