Dokter Bagikan Cara Aman Beri ASI ketika Ibu atau Bayi Positif Covid-19

Antara, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 481 2451129 dokter-bagikan-cara-aman-beri-asi-ketika-ibu-atau-bayi-positif-covid-19-iSWgp7lwpC.jpg Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: Shutterstock)

AIR susu ibu (ASI) harus terus diberikan kepada bayi agar kesehatannya terus terjaga. Ini termasuk ketika ibu terpapar covid-19 atau sebaliknya anaknya positif covid-19.

"Menyusui secara langsung itu cara yang terbaik ya. Kalau volumenya banyak, ya distok untuk disimpan. Perlu diingat kalau ibunya sudah terkonfirmasi positif covid-19 dan anaknya negatif lalu isolasi mandiri, ini jangan rawat gabung ya. Anaknya dipisah," kata ahli laktasi Dr dr Ray Wagiu Basrowi MKK dalam konferensi pers virtual, Rabu 4 Agustus 2021, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Ibu Menyusui Terinfeksi Covid-19, Haruskah ASI diganti Susu Formula?

Dokter lulusan Magister FKUI ini pun menyebut ibu hanya boleh bersentuhan badan ketika memberikan ASI kepada bayinya. Pastikan ibu yang menyusui menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan baju panjang sehingga meminimalkan penularan virus dari cairan ataupun sirkulasi udara.

Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: Freepik)

Ibu pun diminta tidak melakukan interaksi dengan bayi, misalnya mencium atau mengajak ngobrol anaknya saat proses pemberian ASI. Langkah ini lebih dianjurkan untuk ibu menyusui yang terkonfirmasi sebagai pasien tanpa gejala.

"Jika bergejala ringan ya misalnya dan ragu- ragu mau memberikan ASI. Ibu bisa melakukan pemompaan ya. Selama 10 hari masa isolasi itu susunya dipompa. Disterilkan sebelum mau diberi kepada anak. Cara sterilnya juga mudah tidak usah pakai alat yang mahal. Siapkan air panas dengan suhu 60–70 derajat Celsius lalu celupkan sebentar botol yang berisi ASI sebelum diberikan kepada anak," kata pendiri Health Collaborative Center (HCC) ini.

Baca juga: Chico Hakim Cari Donor ASI untuk Anaknya, Apa Saja Syarat Pendonor ASI? 

Pemberian ASI dilakukan oleh ayah atau anggota keluarga lainnya yang tidak terkonfirmasi positif. Bisa menggunakan sendok kecil agar anak bisa tetap mendapatkan ASI.

"Saat sedang positif, intinya pemberian ASI tetap harus tetap dilakukan karena seperti yang banyak penelitian paparkan pemberian ASI kepada bayi justru memberikan antibodi spesifik agar anaknya memiliki kekebalan tubuh dari covid-19," ujar Dokter Ray.

Lalu bagaimana jika kondisi yang terjadi adalah sebaliknya, anak yang positif covid-19, sementara orangtua justru negatif dari virus SARS-CoV-2?

Dokter Ray menyarankan pemberian susu secara langsung tetap perlu dilakukan oleh ibu dengan metode serupa yaitu penggunaan APD berupa masker dan baju lengan panjang.

Baca juga: Pentingnya Vaksin untuk Ibu Menyusui, Bisa Berikan Antibodi untuk Bayinya 

"Bayi yang isolasi mandiri tidak mungkin kan dibiarkan begitu saja tetap harus diurus. Jadi tetap perlu diberikan saja ASI-nya ibu tetap menyusui dengan protokol kesehatan dengan kontak fisik seminim mungkin," katanya.

Jika ternyata bayi harus mendapat perawatan di rumah sakit akibat covid-19, sebisa mungkin titipkan ASI yang sudah dipompa untuk kemudian diberikan oleh tenaga kesehatan yang merawat bayi hingga sembuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini