Ibu Terinfeksi Covid-19 Alami Dilema saat Ingin Menyusui Bayi, Ini Pendapat Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 481 2451521 ibu-terinfeksi-covid-19-alami-dilema-saat-ingin-menyusui-bayi-ini-pendapat-dokter-FzgsOTgOo0.jpg Ibu menyusui (Foto: Unicef)

IBU hamil dan menyusui yang terinfeksi Covid-19 kerap kali mengalami dilema dengan kesehatan anaknya. Mereka takut anaknya terinfeksi Covid-19 dan mengalami hal yang tidak diinginkan akibat tertular dari sang ibu.

Nyatanya, kondisi tersebut tidak semengkhawatirkan itu. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa ibu menyusui masih bisa memberikan ASI kepada anaknya secara aman.

 menyusui

Satgas ASI PP IDAI, dr. Wiryani Pambudi, SpA, IBCLC mengatakan, ibu hamil yang telah divaksinasi, ditemui kadar antibodi sIgA spesifik anti SARS CoV-2 dalam ASI meningkat pesat 14 hari pasca vaksinasi pertama. Kadar antibodi tersebut akan semakin kuat setelah minggu ke-4 dan terukur lebih tinggi pada minggu kelima dan keenam.

“Dari dua kondisi tadi baik ibu yang terdampak Covid-19, maupun ibu yang sehat dan layak mendapat vaksin, maka harus semakin diperkuat untuk melanjutkan menyusui dan mendapatkan vaksinasi di masa pandemi Covid-19 ini,” terang dr. Wiryani, dalam Press Briefing ‘Peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2021’, yang disiarkan channel YouTube Kemenkes, Kamis (5/8/2021).

Selain itu, kajian terhadap obat-obatan yang diberikan kepada ibu hamil dan menyusui setelah terkonfirmasi Covid-19. Secara umum obat yang dikonsumsi ibu menyusui memang akan dieksresikan lewat ASI, tapi kadarnya hanya kurang dari 10% dosis terapi. Alhasil obat tersebut dianggap aman dan kompatibel untuk ibu menyusui.

“Berdasarkan penelitian, menyusui ternyata aman dilakukan pada saat ibu mendapat terapi obat-obatan ini. Dari berbagai review yang sudah dikerjakan, pemberian preparat antimalaria seperti klorokuin, hidroklorokuin (sudah tidak diberikan lagi), pemberian antibiotik seperti azitromisin, dan pemberian antivirus seperti oseltamivir, favipiravir, remdesivir, sudah dinyatakan aman termasuk juga pemberian kortokosteroid, sebagai asupan vitamin dan mineral sebagai suplementasi,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini