3 Tanda Alami Burnout Syndrome di Masa PPKM

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 612 2451437 3-tanda-alami-burnout-syndrome-di-masa-ppkm-h4EY5luwAG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASIH tingginya jumlah pasien Covid-19 memaksa pemerintah untuk kembali menerapkan PPKM Level 4 di sejumlah tempat, termasuk Jakarta. Tidak heran jika banyak orang yang akhirnya merasa stres dengan keadaan ini.

Stres berat atau burnout karena banyak tekanan membuat kesehatan mental seseorang menjadi terganggu. Meskipun, burnout adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang mengalami stres berat yang dipicu oleh pekerjaan.

Memang saat ini banyak orang harus melakukan work from home (WFH). Tapi bekerja di rumah bukan berarti segalanya lebih mudah loh. Bagi sebagian orang, tidak bisa langsung melakukan tugasnya malah membuat frustrasi.

Merangkum dari Instagram resmi Bidang Koordinasi Relawan @satgas.relawan, Kamis (5/8/2021), tentunya burnout ini memiliki sejumlah gejala yang bisa diamati secara fisik. Beberapa gejala yang mengindikasikan seseorang mengalami burnout syndrome ialah:

1. Merasa seperti kehabisan energi atau kelelahan.

2. Memiliki perasaan negatif (sinisme) yang berkaitan dengan pekerjaan.

3. Produktivitas kerja menurun.

Nah jika seseorang sudah merasa memiliki beberapa gejala burnout, tentu harus berhati-hati dan agar tidak semakin berkelanjutan. Setidaknya ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mencegah burnout syndrome adalah:

1. Buat batasan dan perencanaan jam kerja.

2. Ubah pola pikir menjadi lebih positif.

3. Lakukan aktivitas yang disukai dan menyenangkan hati.

Jika dirasa burnout syndrome sudah tidak terkendali maka menghubungi psikolog adalah jalan terbaik yang bisa dilakukan. Mereka dapat membantu permasalahan yang Anda hadapi secara profesional.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini