Deretan Teh Herbal Terbaik yang Bisa Bikin Tubuh Makin Sehat

Antara, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 481 2452116 deretan-teh-herbal-terbaik-yang-bisa-bikin-tubuh-makin-sehat-D9judssaKb.jpg Ilustrasi minuman teh herbal. (Foto: Stockking/Freepik)

MASYARAKAT dunia telah lama mengenal teh herbal. Minuman ini memiliki rasa sangat nikmat dan ternyata ada manfaat kesehatan di baliknya. Teh herbal dikenal dapat mengurangi stres, kecemasan, dan bahkan membantu tidur lebih nyenyak.

Teh herbal mengandung beberapa jenis senyawa anti-inflamasi alami yang mungkin bermanfaat untuk tubuh manusia, seperti antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres, senyawa antivirus dan antibakteri, herbal yang mengurangi peradangan, herbal yang mengurangi risiko pembekuan darah serta tekanan darah tinggi.

Baca juga: Teh Hitam vs Teh Hijau, Mana yang Lebih Bermanfaat? 

Minum secangkir teh herbal setiap hari dapat membantu melindungi kesehatan tubuh dalam jangka panjang dan mengurangi tingkat stres. Penelitian pada 2014 menunjukkan bahwa beberapa teh herbal, khususnya melissa officinalis atau ekstrak lemon balm dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres dalam tubuh.

Kemudian studi pada 2018 menunjukkan bahwa hanya menghirup aroma teh –khususnya teh hitam– dapat membantu menurunkan tingkat stres dan menghasilkan suasana hati yang lebih tenang.

Ilustrasi teh herbal.

Akan tetapi sebelum mengonsumsi teh herbal, sebaiknya dikonsultasikan dulu kepada dokter, sebab beberapa teh dapat mempengaruhi kondisi kesehatan atau obat-obatan. Misalnya, chamomile bertindak sebagai pengencer darah ringan dan dapat berinteraksi dengan obat warfarin (Coumadin) jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Teh herbal umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang, tetapi jenis tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi. Sebelum mencoba teh atau menambahkannya ke rutinitas Anda, teliti kemungkinan interaksi obat atau bagaimana hal itu dapat memengaruhi kondisi kesehatan tertentu.

Berikut ini deretan teh herbal terbaik untuk mengatasi stres dan kesehatan otak, seperti dilansir laman Healthline.

Baca juga: Sakit Kepala, Sembuhkan dengan 4 Ramuan Teh Ini Saja 

1. Teh lemon

Selama ribuan tahun, orang telah menggunakan ramuan lemon untuk mengurangi stres. Lemon tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, krim, dan sebagai teh. Laporan anekdot dan penelitian ilmiah menunjukkan bahwa lemon dapat membantu relaksasi, meningkatkan suasana hati, dan meredakan gejala stres.

Studi pada 2014 menunjukkan bahwa makanan yang mengandung lemon dapat memperbaiki tingkat stres dan fungsi kognitif pada orang dewasa muda.

2. Teh linden untuk kegelisahan

Teh Linden dibuat dari bunga kering, daun, atau kulit pohon Linden. Secara tradisional, teh linden telah digunakan sebagai obat herbal untuk menenangkan saraf dan mengobati kecemasan, insomnia, dan sakit kepala.

Studi pada 2015 menemukan bahwa senyawa dalam teh Linden memengaruhi aktivitas asam aminobutirat gamma (GABA), asam amino alami yang bertindak sebagai pembawa pesan kimia di otak, dengan cara yang sama seperti efek obat anti-kecemasan.

Jika Anda memiliki tekanan darah rendah atau sedang minum obat untuk menurunkan tekanan darah, Anda harus mengonsumsi teh ini dengan hati-hati karena dapat menyebabkan tekanan darah turun ke tingkat yang sangat rendah.

3. Teh chamomile untuk IBS

Saat ini banyak orang mengaitkan teh chamomile dengan tidur malam yang nyenyak. Namun, ramuan ini secara tradisional digunakan untuk mengobati masalah perut dan usus, termasuk gas, sakit perut, radang perut, dan buang air besar yang berhubungan dengan kecemasan.

Stres dan kecemasan dapat memperburuk gejala pada orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek relaksasi chamomile dan senyawa lainnya dapat memberikan sedikit kelegaan bagi penderita IBS.

Sebuah studi pada 2015 terhadap 45 orang dengan IBS menemukan bahwa setelah 4 minggu mengonsumsi ekstrak chamomile setiap hari, gejala IBS seperti kembung, sakit perut, konsistensi tinja, dan masalah buang air besar menurun secara signifikan.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa chamomile dapat membantu mengurangi kecemasan dan insomnia.

4. Teh rosemary untuk kesehatan otak

Rosemary adalah ramuan populer untuk memasak dan wewangian. Salah satu kegunaannya yang kurang umum adalah sebagai teh herbal. Namun, beberapa penelitian menyarankan bahwa mengonsumsi teh rosemary secara teratur dapat membantu melindungi dari penyakit alzheimer.

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam rosemary dapat membantu mengurangi peradangan, mencegah bisul, dan meningkatkan kesehatan otak secara keseluruhan. Meski menjanjikan, penelitian tentang teh rosemary sendiri masih belum mencukupi dan sulit untuk mengetahui efek jangka panjangnya.

Baca juga: Rajin Minum Teh Bisa Cegah Sakit Jantung hingga Kanker Lho 

5. Teh lavender untuk depresi

Teh lavender dapat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan mental. Ekstrak lavender telah lama digunakan dalam aromaterapi untuk meningkatkan relaksasi, dan penelitian menunjukkan bahwa mungkin ada manfaat kesehatan mental dari meminumnya juga.

Sebuah studi pada 2020 terhadap 60 orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa minum teh lavender di pagi dan malam hari mengurangi skor kecemasan dan depresi pada peserta. Lavender sendiri juga dapat membantu meningkatkan relaksasi dan tidur, meredakan sakit perut, dan meningkatkan suasana hati.

6. Teh mawar untuk nyeri haid

Selama bertahun-tahun, orang telah menambahkan kelopak mawar ke kue, selai, dan teh panas sebagai penyedap. Kelopak mawar juga merupakan sumber antioksidan yang baik seperti vitamin C, A, dan E.

Studi pada 2005 terhadap 130 remaja wanita dengan dismenore primer menemukan bahwa teh mawar membantu mengurangi nyeri dan kecemasan menstruasi. Senyawa lain dalam teh mawar juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung.

7. Teh akar valerian untuk tidur nyenyak

Tahap tidur nyenyak diyakini paling restoratif dan penting untuk merasa segar di pagi hari. Akar valerian banyak digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur, terutama untuk tidur nyenyak.

Sebuah studi menunjukkan bahwa ramuan valerian bekerja dengan memblokir enzim yang mengganggu fungsi GABA yang menyebabkan peningkatan rasa tenang. Selain itu, ada penelitian yang mendukung teh akar valerian sebagai obat tidur.

Penelitian pada 2020 menemukan bahwa ramuan valerian efektif dalam meningkatkan waktu yang dihabiskan untuk tidur nyenyak dan mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

Baca juga: Ini Dia 3 Teh Bunga yang Bisa Atasi Masalah Susah Tidur 

8. Teh pepermint untuk gangguan pencernaan

Teh peppermint diseduh dari daun kering tanaman peppermint. Penelitian dari 2009 merekomendasikan bahwa peppermint dapat membantu menenangkan sakit perut, meredakan sembelit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan fokus, dan mengurangi stres.

Penelitian tambahan menunjukkan bahwa bahkan aroma peppermint dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres. Sebuah studi pada 2019 terhadap 80 pasien jantung menemukan bahwa aromaterapi peppermint membantu mengurangi rasa sakit dan kecemasan pada mereka yang menerima infus.

9. Teh jerami gandum untuk mengatasi penat

Teh jerami gandum dibuat dari batang, biji, dan bunga tanaman gandum. Ekstrak teh oat telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional untuk membantu rileks, meningkatkan mood, dan mengurangi kelelahan.

Sebuah studi pada 2011 terhadap orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa ekstrak ramuan gandum membantu meningkatkan perhatian dan konsentrasi mereka.

Akan tetapi penelitian tentang pengaruh jerami gandum terhadap kesehatan saat dikonsumsi sebagai teh masih minim, padahal sudah lama digunakan untuk pengobatan tradisional.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini