Cerita Penny Peraih Emas di Olimpiade, Sempat Diejek Gurunya karena Tekuni Berenang

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 02:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 612 2451640 cerita-penny-peraih-emas-di-olimpiade-sempat-diejek-gurunya-karena-tekuni-berenang-zZn82R9jVy.jpg Penny Oleksiak. (Foto: Instagram)

ILMUWAN ternama Albert Einstein pernah berkata: 

"Semua orang jenius. Tapi jika Anda menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, ia akan menjalani hidupnya dengan percaya bahwa itu bodoh"

Kalimat tersebut memang kerap digunakan untuk memperlihatkan sistem pendidikan yang terlalu digeneralisir. Banyak pengajar percaya, mereka yang berprestasi adalah mereka yang memiliki nilai akademik bagus.

Termasuk Penny Oleksiak, atlet olimpiade peraih medali emas yang bercerita melalui media sosial kalau dirinya sempat direndahkan. Apa yang dianggap berharga bagi Penny, diruntuhkan oleh ucapan sang guru.

"Olahraga tidak akan membawamu kemanapun dalam hidup," kata Penny menirukan ucapan sang guru, seperti dikutip dari New York Post. 

Penny Oleksiak

Oleksiak pun memberikan 'protesnya', dia punya keyakinan bahwa hinaan harus dibalas dengan prestasi dan dia buktikan dalam ajang Olimpiade Rio 2016 dan Olimpiade Tokyo 2020.

Di Olimpiade Rio, saat usianya masih 16 tahun, dia sudah berhasil memboyong medali emas di cabang olahraga 100 meter gaya bebas, medali perak pada 100 meter gaya kupu-kupu, dan 2 medali perunggu di 4x100 meter dan 4x200 meter beregu putri gaya bebas.

Tak puas, Oleksiak terus berlatih dan membawanya ke Olimpiade Tokyo 2020. Tiga medali kembali diraihnya di cabang renang, yaitu medali perak pada 4x100 meter gaya bebas estafet putri, lalu medali perunggu di 200 meter gaya bebas, dan medali perunggu lagi di 4x100 meter gaya ganti estafet putri.

Bahkan, di estafet gaya ganti bersama dengan atlet Kanada putri lainnya, Kylie Masse, Sydney Pickrem, dan Maggie MacNeil, Oleksiak berhasil mencatatkan sejarah Kanada dengan skor waktu tercepat.

Ucapan gurunya memang memang melekat kuat di ingatannya, tak bisa dihilangkan begitu saja. Tapi, Oleksiak tak tidak lagi menganggap itu sebagai sesuatu yang melemahkannya melainkan alat untuk membakar semangatnya mencapai puncak kesuksesan.

"Saya ingin berterima kasih kepada guru saya di SMA dulu yang menyuruh saya berhenti berenang dan fokus untuk sekolah karena renang tidak akan membuat hidup saya lebih baik," katanya di media sosial.

Di cuitan berikutnya, Oleksiak memberikan semacam klarifikasi bahwa sejatinya tidak semua guru seperti guru yang merendahkannya. Itu terbukti dari sang kakak yang merupakan seorang guru dan tidak pernah ada kata merendahkan yang keluar dari mulutnya.

"Hanya satu guru itu saja yang mendorong saya ke jurang, sedangkan guru-guru lain mendorong visi misi hidup saya. Jadi, di sini saya tidak menyamaratakan semua guru bersikap seperti guru saya, karena saya yakin masih banyak guru hebat di luar sana," tambahnya.

Penny Oleksiak

Sekali lagi, Penny Oleksiak adalah bukti bahwa orang yang dulunya diremehkan, dianggap tak memiliki masa depan karena minatnya berbeda dengan kebanyakan anak-anak, bisa menggapai mimpinya. Ia pun tak membalas kalimat buruk itu dengan rasa benci, melainkan 'menamparnya' balik dengan segudang prestasi.

"Saya kini merasa sangat percaya diri, dicintai dan diberi dukungan luar biasa oleh banyak orang. Saya juga merasa termotivasi untuk terus maju di pertandingan berikutnya. Tak ada kata lain yang bisa saya gambarkan untuk menjelaskan betapa bangganya saya mewakili Kanada," tambahnya.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini