Kerap Dipenuhi Pasien, Benarkah Rumah Sakit Untung Besar selama Pandemi?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 612 2451936 kerap-dipenuhi-pasien-benarkah-rumah-sakit-untung-besar-selama-pandemi-y6dJkoWA0L.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SELAMA PPKM ini memang masyarakat diminta untuk menghindari tempat-tempat yang ramai. Tapi, ada tempat yang selalu ramai meskipun di masa PPKM ini, yakni Rumah Sakit.

Rumah sakit memang menjadi salah satu tempat yang selalu ramai dikunjungi pasien. Saking ramainya, bahkan rumah sakit kerap penuh dan tidak bisa menampung serta melayani pasien Covid-19.

Alhasil, saat ini banyak masyarakat yang menganggap selama masa pandemi pihak rumah sakit dan dokter mendapatkan banyak keuntungan karena kebanjiran pasien.

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan dalam unggahan Instagramnya @dr.fajriaddai beberapa waktu lalu terkait dengan rumah sakit dan dokter yang diklaim mendapat untung besar selama masa pandemi Covid-19. Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar atau hoax.

“Tuduhan dokter mencari keuntungan finansial terhadap klaim pembiayaan pasien Covid-19 tidak benar. Sebagian besar pasien Covid-19 (80%) tanpa gejala. Sedangkan gejala ringan dilayani oleh Puskesmas, di mana tidak ada pembayaran dengan sistem klaim,” terang dr. Fajri dalam unggahannya.

Pada kasus di rumah sakit yang menggunakan sistem klaim, terdapat mekanisme verifikasi berlapis yang tentunya sangat sulit dalam melakukan pemalsuan data. Jadi, kalaupun ada dugaan terkait hal yang sering diindormasikan atau yang sering diviralkan, maka masyarakat bisa melakukan tindakan pelaporan mengenai kejadian tersebut.

“Masyarakat wajib segera melapor kepada pihak berwenang untuk membuktikan tuduhan tersebut tanpa harus menyebarkan isu-isu negatif yang dapat menimbulkan polemik luas dan berpotensi memperlambat penanganan pandemi,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini