Anak Ogah Makan karena Anosmia, Ini Cara Mengatasinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 07 Agustus 2021 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 298 2452293 anak-ogah-makan-karena-anosmia-ini-cara-mengatasinya-u3yFDMWbSK.jpg Anak ogah makan (Foto: Healthline)

SAAT ini anak-anak juga menjadi pihak yang rentan terinfeksi Covid-19. Meski tingkat keparahan Covid-19 pada anak hanya 1 persen, namun risiko anak terinfeksi Covid-19 sangat besar.

Salah satu gejala Covid-19 yang sering muncul adalah anosmia (kehilangan indera penciuman) yang menyebabkan anak ogah makan.

 anak terinfeksi Covid-19

Sebagaimana diketahui, anak-anak yang masuk dalam rentang usia 0-18 tahun membutuhkan asupan makanan yang sehat dan bergizi guna membantu perkembangan tubuhnya. Namun, akibat anosmia ini anak menjadi kehilangan nafsu makannya karena pengaruh dari indera perasa dan penciumannya menjadi terganggu.

Lantas apa yang wajib dilakukan orangtua untuk mengatasi hal ini?

Menjawab hal tersebut, Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi menjelaskan, orangtua maupun pengasuh yang merawat anak dengan gejala anosmia harus memutar otak untuk memunculkan kembali nafsu makan sang anak.

Selain untuk mempercepat kesembuhan, nutrisi yang berasal dari makanan ini juga sangat diperlukan oleh anak. Ia pun membagikan sejumlah tips yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Harus benar jumlahnya

2. Frekuensi pemberian makan juga harus benar, terdiri dari tiga kali makan besar dan dua kali snack (makanan selingan).

3. Teksturnya harus disesuaikan dengan usia. Kalau usianya 6 bulan sampai 9 bulan, masih bubur halus. 9-12 bulan bubur kasar dan di atas 12 bulan, anak sudah bisa mengonsumsi makanan keluarga.

4. Variasi dan rasa makanan juga harus disukai anak. Makanan yang terlalu hambar untuk anak pun tidak baik, sebab membuat anak menjadi tidak mau makan apapun.

“Hal yang paling sering membuat anak menjadi tidak mau makan adalah pengaturan jam makan anak yang tidak baik. Anak baru saja mendapatkan snack, namun setengah jam kemudian diberi makanan utama, sehingga anak tidak mau makan karena masih kenyang. Makanya sebaiknya kita atur, antara susu, snack dan makan utama tidak terlalu dekat minimal dua jam,” kata Dokter Reza.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini