Sejumlah Bayi Satwa Lahir Selama Pandemi, Salah Satunya Primata Terkecil Dunia

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 07 Agustus 2021 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 612 2452278 sejumlah-bayi-satwa-lahir-selama-pandemi-salah-satunya-primata-terkecil-dunia-zjyqB7etLX.jpg Pygmy marmoset (Foto: Youtube Donya Anak)

TERNYATA terdapat sejumlah kelahiran satwa di kebun binatang Batu Secret Zoo terjadi selama masa pandemi Covid-19 dan PPKM darurat. Beberapa satwa yang lahir bahkan masuk dalam kategori langka dilindungi karena jumlahnya yang kian sedikit di alam liar dan memiliki keunikan tersendiri.

Ada enam satwa yang melahirkan bayi di masa pandemi yakni, Red Hand Tammarin dengan nama ilmiah Saguinus Midas, Pygmy Marmoset atau Marmoset Kerdil dengan nama ilmiah Cebuella Pygmaea, White Footed Tamarin dengan nama ilmiah Saguinus Leocopus, serta Colobus Monkey dengan nama ilmiah Procolobus Verus, keempatnya merupakan spesies dari jenis primata.

 Pygmy Marmoset

Sedangkan Small Clawded Otter atau Berang-Berang Cakar Kecil dengan nama ilmiah Aonyx Cinereus, dan satu ekor bayi Chapman Zebra atau Zebra Afrika dengan nama ilmiah Equus Quagga Chapmani.

Dokter Hewan Batu Secret Zoo drh. Roosy Margetha Rupassa mengatakan, hewan-hewan tersebut merupakan koleksi satwa yang dimiliki Batu Secret Zoo yang bayinya lahir selama masa pandemi. Bahkan dua bayi satwa Colobus Monkey lahir saat awal penerapan PPKM darurat, tepatnya pada 7 Juli 2021, sedangkan untuk bayi Chapman Zebra lahir pada 2 Juni 2021.

"Selama pandemi ini ada kurang lebih ada 6 jenis satwa yang lahir ada primata, zebra sama Otter. Kita juga berhasil mengembangbiakkan colobus monkey lahir pada tanggal 7 Juli 2021 satu ekor untuk bayinya di awal lahir warnanya putih," kata Roosy.

Ia menerangkan, bila usia Colobus Monkey saat ini adalah 2 bulan, di mana ada keunikan berupa ekornya yang berwarna putih dan punggungnya yang berwarna gelap. Hal ini yang membuat Colobus Monkey kerap kali menjadi buruan masyarakat karena keunikan bulunya.

"Yang Colobus ini nanti mau dua bulan usianya, untuk Colobus Monkey satu - satunya di Indonesia, hanya ada di Batu Secret Zoo. Memang cukup unik tubuhnya, karena dia memang punya surai belakang punggungnya ada ekornya juga putih," bebernya.

Sebagai informasi, Colobus Monkey berasal dari dataran Benua Afrika yang biasanya ditemukan hidup berkelompok dengan jumlah 8-15 individu. Nahas, karena keunikannya inilah Colobus Monkey ini sering diburu manusia di alam liarnya.

Menariknya dari 6 jenis hewan tersebut ada primata terkecil di dunia yakni Pygmy Marmoset atau Marmoset Kerdil. Bahkan ukuran antara sang anak dengan indukannya pun hampir serupa.

"Nggak langka mereka, tapi satwa cukup unik karena Pygmy Marmoset itu primata terkecil di dunia, dia lahir dua ekor," ujar Roosy kembali.

Roosy menambahkan untuk primata Pygmy Marmoset yang memiliki tubuh terkecil bukan merupakan satwa endemik Indonesia. Maka tak heran bila dibutuhkan perawatan khusus terhadap primata terkecil di dunia.

"Yang Pygmy Marmoset memang kecil, karena dia dari luar negeri, bukan khas Indonesia. Tapi kalau untuk persamaan primatanya di Indonesia seperti Lutung Jawa, karena dia sama-sama memakan rumput, daun, sebutannya Leaf Monkey, karena pemakan daun-daunan," terang dia.

Selain Pygmy Marmoset, ada dua jenis primata lain yang melahirkan bayi kembar yakni White Footed dan Colobus Monkey. Kesamaan mereka disebutnya sama - sama memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding primata lainnya.

"Jadi dia (White Footed Tamarin dan Colobus Monkey) primata tapi jenisnya kecil-kecil kalau misalnya dibatasi kelihatan jenis primata jenisnya koleksi primata kita," tukasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini