Share

Tak Punya Oximeter? Begini Cara Hitung Saturasi Oksigen Manual

Antara, Jurnalis · Minggu 08 Agustus 2021 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 612 2452405 tak-punya-oximeter-begini-cara-hitung-saturasi-oksigen-manual-pl3owPs4k8.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PASIEN Covid-19 yang tidak memiliki gejala atau bergejala ringan memang diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Meski demikian, bukan berarti mereka tidak melakukan pengecekan pada kesehatan tubuhnya loh.

Salah satu yang harus selalu diwaspadai adalah saturasi oksigennya, sehingga tidak berada di bawah 94 persen. Ketika sudah berada di bawah batas tersebut, sebaiknya segera mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

Nah, untuk mengecek tingkat saturasi oksigen seseorang, lazimnya menggunakan oximeter. Tapi, apabila tak ada oximeter di rumah, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri sebenarnya bisa menghitung napasnya untuk mendeteksi gejala sesak napas.

"Catat suhu dan saturasi oksigen kalau punya oximeter, kalau tidak hitung napas," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Oximeter

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Prikasih, dr. Gia Pratama mengatakan pasien dikatakan sesak bila napasnya di atas 24 kali per menit. Normalnya napas seseorang untuk memenuhi kebutuhkan oksigennya berada pada kisaran 16-20 kali per menit.

Baca juga: Rumah Oksigen Gotong Royong Jaktim siap tampung pasien butuh oksigen

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan, sekitar 31-40 persen pasien Covid-19 mengeluhkan sesak napas. Kondisi sesak napas menyebabkan pasien sulit bernapas sehingga membuat mereka terengah-engah.

Dada mungkin terasa terlalu sesak untuk menarik atau menghembuskan napas sepenuhnya. Setiap napas pendek saja membutuhkan usaha yang lebih besar dan membuat pasien dengan keluhan sesak napas merasa terengah-engah. Rasanya seperti bernapas melalui sedotan.

"Daya tampung dan kapasitas paru-paru bagus, besar, bisa memuat berliter-liter udara masuk. Nah kalau paru-parunya (terkena Covid-19), boro-boro berliter-liter, baru sekian ratus mililiter juga sudah butuh napas lagi, makanya jumlah napasnya jadi tinggi," jelasnya.

"Napasnya pendek-pendek, apalagi kalau jumlah napasnya di atas 24 kali mulai cek ada apa di paru-parunya," tutur dia.

Sementara bila pasien memiliki oximeter, pastikan angka saturasi oksigennya tidak kurang dari 94 persen. Normalnya angka saturasi oksigen untuk menunjukkan organ tubuh seperti paru, jantung, dan sistem peredaran darah bekerja dengan baik berada pada sekitar 95-100 persen.

Oximeter bisa membantu Anda mengetahui berapa banyak oksigen di dalam darah Anda. Alat yang umumnya berukuran kecil dan bisa dikantongi ini memiliki sensor yang menggunakan cahaya untuk mendeteksi oksigen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini