Ini Diet yang Tepat untuk Ibu Menyusui

Antara, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 481 2452837 ini-diet-yang-tepat-untuk-ibu-menyusui-HlgCwDdQmv.jpg Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang bertanya, apakah ibu menyusui boleh melakukan diet? Pasalnya, ibu menyusui membutuhkan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan saat kehamilan. Asupan yang konsumsi akan berpengaruh pada kualitas air susu ibu (ASI) dan seberapa cepat tubuh pulih setelah melahirkan.

"Ibu yang sedang menyusui tidak perlu makan makanan khusus. Tetapi penting bahwa diet ibu menyusui adalah diet seimbang dan bergizi yang baik," ungkap ahli gizi asal India Swati Kapoor, dikutip dari laman Indian Express, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Alami Covid-19 Gejala Sedang, Bolehkah Ibu Menyusui Langsung Bayinya? 

Dalam periode ini selain kalori dan protein, terjadi peningkatan kebutuhan pada kalsium dan zat besi. Oleh karena itu, konsumsi semua kelompok makanan seperti sereal, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, susu serta produk turunannya, gula dan lainnya.

Selain itu, konsumsi juga makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran berdaun hijau, wijen hitam, kismis, delima dan lainnya. Konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung kalsium seperti susu dan produknya, wijen putih, ragi, serta jambu biji juga dianjurkan.

Ibu menyusui. (Foto: Shutterstock)

"Jika Anda menyusui, bicarakan dengan dokter atau ahli gizi tentang diet Anda. Biasanya, Anda harus mendapatkan 200 hingga 500 kalori lebih banyak daripada jika Anda tidak menyusui," kata Swati.

Dirinya juga menyebutkan nutrisi mayor dan minor yang wajib dikonsumsi oleh ibu menyusui, di antaranya adalah:

Baca juga: Ibu Positif Covid-19 Ingin Beri ASI? Bisa Asal Terapkan 5 Tindakan Ini 

1. Energi

Dibutuhkan energi ekstra untuk memproduksi ASI. Ibu menyusui membutuhkan tambahan 400 kalori rata-rata per hari di luar kebutuhan kesehatan normal mereka.

2. Protein

Recommended Dietary Allowance untuk protein selama menyusui mencakup tambahan 15 gram per hari (RDA 65 gram per hari) dalam 6 bulan pertama setelah melahirkan dan tambahan 12 gram per hari (RDA 62 gram per hari) setelahnya.

3. Cairan

Cairan yang cukup untuk tetap terhidrasi termasuk 2 hingga 3 liter per hari, atau setidaknya delapan porsi 8 ons, dan dapat mencakup air, susu atau susu kedelai, minuman tanpa kafein dan lainnya. Batasi kafein hingga setara dengan satu cangkir kopi sehari untuk menghindari bayi gelisah atau sulit tidur.

4. Vitamin dan mineral

Makanan merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan ibu menyusui, seperti kalsium, vitamin A, vitamin C, vitamin D, dan seng. Suplemen vitamin dan mineral tidak menggantikan diet sehat, tetapi beberapa wanita menyusui mungkin memerlukan suplemen multivitamin dan mineral selain makan makanan yang seimbang.

Baca juga: Ibu Menyusui Positif Covid-19, Amankah Minum Obat? 

Ibu menyusui memerlukan diet makanan seimbang per hari, yang terdiri dari protein (tiga porsi), kalsium (lima porsi), zat besi (satu porsi), vitamin C (dua porsi), sayuran berdaun hijau (tiga-empat porsi), buah dan sayuran (satu porsi), biji-bijian utuh dan karbohidrat kompleks terkonsentrasi (tiga porsi), makanan tinggi lemak (jumlah kecil), delapan gelas air, serta makanan kaya DHA.

Menyusui adalah fase yang sangat penting dan indah dalam kehidupan ibu dan anak. Ini adalah fase ketika ikatan antara ibu dan anak dibangun dan diperkuat. ASI sangat penting untuk pertumbuhan anak dan pentingnya nutrisi yang tepat tidak perlu dipertanyakan lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini