Menkes Resmi Hapus Vaksinasi Gotong Royong Berbayar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 481 2452917 menkes-resmi-hapus-vaksinasi-gotong-royong-berbayar-VXlx02f77O.jpg Menkes Budi Gunadi (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

MENTERI Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin telah menghapuskan ketentuan pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Berbayar untuk individu. Hal ini dilakukan dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Sebagaimana diketahui Permekes tersebut ditandatangani pada tanggal 28 Juli 2021. Aturan ini merupakan perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021 yang mana dalam ketentuan ini memuat aturan mengenai vaksinasi individu berbayar melalui skema Vaksinasi Gotong Royong.

vaksinasi covid-19

Sebagimana diketahui, sejak dimulai secara perdana Vaksinasi Gotong Royong Berbayar untuk Individu ini mendapatkan animo yang sangat besar dari masyarakat. Namun demikian, terdapat pula pro kontra terkait dengan rencana tersebut. Alhasil pemerintah mengundur sementara program Vaksinasi Gotong Royong Berbayar untuk individu

Baca UGA : Menkes: Kematian Covid-19 Didominasi Pasien Belum Divaksin

Berdasarkan siaran pers resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterima MNC Portal, Senin (9/8/2021), dengan perubahan ini, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap sama dengan mekanisme sebelumnya, yakni diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui Program Vaksinasi Nasional Covid-19 dan Program Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan.

Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan hanya menggunakan vaksin Sinopharm dengan sasaran sekitar 7.5 juta penduduk usia diatas 18 tahun. Hal tersebut berbeda dengan Program Vaksinasi Nasional Covid-19 gratis yang menggunakan Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm dan Novavax dengan sasaran lebih dari 200 juta penduduk usia diatas 12 tahun.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini