Ilmuwan Ini Yakin Indonesia Bisa Jadi Pusat Produksi Vaksin mRNA

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 481 2453103 ilmuwan-ini-yakin-indonesia-bisa-jadi-pusat-produksi-vaksin-mrna-ZjPfTgEcyY.jpg Ilustrasi (Foto : BioSpectrum Asia)

MENTERI Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin cukup yakin Indonesia bisa menjadi negara prioritas yang menerima lisensi teknologi pembuatan vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna melalui COVAX. Finalisasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tengah dijalani.

"Kami sekarang sedang melakukan pendekatan melalui WHO agar bisa dijadikan 'hub' untuk produksi vaksin teknologi mRNA yang merupakan bagian dari strategi besar WHO," kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, belum lama ini.

Menkes Budi menerangkan bahwa satu negara di dunia sudah ditunjuk WHO menjadi hub yaitu Afrika Selatan. Keputusan terkait ini pun dikatakan Menkes Budi rencananya akan keluar tahun ini.

Menkes Budi

"Untuk Indonesia, kami masih berusaha agar RI bisa menjadi negara kedua yang ditunjuk untuk menjadi salah satu hub dunia untuk vaksin mRNA," harapnya. Jika 'goal', Kemenkes sudah menggandeng ITB, UI, dan Unair untuk bersiap-siap.

Baca Juga : Menkes Resmi Hapus Vaksinasi Gotong Royong Berbayar

Keinginan Menkes Budi ternyata dianggap bukan angan belaka bagi Ilmuwan dr Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. Ya, menurut ahli di bidang farmasi, jantung, dan saraf tersebut Indonesia sangat menjanjikan untuk dipilih WHO sebagai penerima lisensi teknologi vaksin mRNA tersebut.

Dokter Taruna

"Saya yakin Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang bisa diprioritaskan," ungkapnya di webinar bertajuk 'Strategi Kemenkes RI dalam Mengatasi dan Mengakhiri Pandemi Covid-19', Sabtu malam (7/8/2021).

"Ada 2 manifestasinya, pertama karena Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, kedua karena kita memiliki letak strategi ke negara-negara pemilik vaksin itu yang sebetulnya mereka punya kepentingan luar biasa terhadap Indonesia," sambungnya.

Baca Juga : Jawaban Menkes saat Ditanya Kapan Pandemi Covid-19 di Indonesia Berakhir

Jadi, terang dr Taruna Ikrar, dirinya yakin lobi-lobi geopolitik yang sudah dikembangkan lewat COVAX, Indonesia akan mendapatkan lisensi untuk produksi vaksin mRNA. "Apalagi kita mempunyai lembaga bioteknologi seperti Bio Farma dan sebagainya, yang sudah ada sejak ratusan tahun," tambah dr Taruna.

Selain Indonesia dan Afrika Selatan, negara-negara lain yang tengah berusaha untuk menjadi pusat produksi vaksin mRNA juga ialah Argentina, Bangladesh, Brasil, Chile, Kolombia, Kuba, Mesir, India, Kenya, Maroko, Nikaragua, Nigeria, Pakistan, Paraguay, Peru, Filipina, Rwanda, Senegal, Thailand, Tunisia, Uganda, Uruguay, Venezuela, dan Vietnam.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini