Share

Satgas Covid-19: 60% Orang Indonesia Sadar Protokol Kesehatan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 481 2453678 satgas-covid-19-60-orang-indonesia-sadar-protokol-kesehatan-j9JpQVT9E5.jpg Ilustrasi protokol kesehatan penggunaan masker. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

PENERAPAN protokol kesehatan terus digalakkan semua pihak untuk memutus mata rantai persebaran covid-19. Salah satunya adalah mewajibkan penggunaan masker. Imbauan untuk selalu memakai masker dan tidak melepasnya ketika berada di luar rumah pun terus digaungkan.

Kesadaran masyarakat Indonesia dalam mengenakan masker juga memperlihatkan angka yang baik. Tidak hanya masker, protokol kesehatan lain seperti menjaga jarak 2 meter antarorang dan rajin cuci tangan pun terpantau naik terus angka persentasenya.

Baca juga: Sulawesi Jadi Pulau dengan Tingkat Kepatuhan Pakai Masker Paling Rendah Se-Indonesia 

Berdasarkan survei yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 sampai Agustus awal ini, persentase kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan memperlihatkan angka yang baik.

Protokol kesehatan. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

Pada periode 3–10 Juli, skor rata-rata kepatuhan nasional menggunakan masker 7,46 persen; jaga jarak 7,23 persen; dan cuci tangan 7,25 persen.

Baca juga: Ini Alasan Wajib Jalankan Prokes Ketat meski Sudah Divaksin 

Kemudian mengalami peningkatan berarti di periode 27 Juli hingga 9 Agustus dengan pengguna masker di angka rerata 7,84 persen; jaga jarak 7,70 persen; dan cuci tangan 7,81 persen.

"Salah satu peran yang cukup memengaruhi kenaikan persentase rerata tersebut ialah dilakukannya PPKM," terang Ketua Bidang Perubahan Perilaku STPC-19 dr Sonny Harry B Harmadi dalam keterangan pers virtual, Selasa (10/8/2021).

Ia melanjutkan, terkait persentase masyarakat yang sadar, patuh, dan tidak menjalankan protokol kesehatan, Satgas Covid-19 pun memilikinya.

Jadi untuk kelompok yang sadar melakukan prokes itu sebanyak 60 persen, lalu kelompok yang patuh 30 persen, dan 10 persen sisanya adalah kelompok masyarakat yang tidak melakukan protokol kesehatan.

Baca juga: Menkes Beberkan Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali 

"Kalau yang sadar, mereka kalau menerima hoaks tidak mempan karena memang sudah sangat paham pentingnya prokes. Nah, beda dengan kelompok yang patuh, mereka masih bisa goyang kalau ada hoaks apalagi motivasi mereka melakukan prokes pun ikut terganggu, karena kelompok ini sangat bergantung dengan motivasi," ungkap Sonny.

"Nah, menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar untuk mengubah sikap kelompok yang sampai saat ini tidak mau melakukan prokes. Tapi, kami akan terus berupaya untuk membuat semua masyarakat Indonesia sadar menerapkan kebiasan baru tersebut," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini