Share

Studi: Dibanding Pfizer, Vaksin Moderna Lebih Efektif Lawan Varian Delta

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 11 Agustus 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 11 481 2454048 studi-vaksin-moderna-lebih-efektif-daripada-pfizer-lawan-covid-19-varian-delta-3no2TTFxIy.jpg Vaksin Moderna (Foto : Reuters)

VAKSIN Moderna lebih efektif dibanding jenis mRNA lain seperti vaksin Pfizer-BioNTech dalam melawan  Covid-19 varian Delta, menurut dua penelitian. Varian Delta Covid-19 sendiri kini sedang menjadi fokus kesehatan dunia karena penyebarannya yang masih.

Dalam studi yang melibatkan 50 ribu pasien di Mayo Clinic Health System, peneliti menemukan efektivitas vaksin Moderna terhadap varian Delta memang menurun ke 76% bulan lalu dari 86% pada awal tahun.

"Selama periode yang sama, efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech telah turun menjadi 42 persen dari 76 persen, kata para peneliti," kata peneliti yang dikutip dari Reuters, Rabu (11/8/2021).

Vaksin Moderna

(Vaksin Moderna, Foto: Reuters)

Namun, penelitian menyebutkan kedua vaksin tetap efektif untuk mencegah rawat inap akibat infeksi Covid-19. "Suntikan booster Moderna mungkin diperlukan segera bagi siapa saja yang telah divaksin Pfizer atau moderna awal tahun ini," jelas Dr Venky Soundararajan yang memimpin studi Mayo berdasarkan referensi analisis data Massachusetts.

Baca Juga : Kenali Efek Samping Vaksin Moderna, Salah Satunya Bisa Peradangan Otot Jantung

Sementara dalam study terpisah, penghuni panti jompo lansia di Ontario, Kanada menunjukkan respons kekebalan yang lebih kuat, terutama terhadap varian Covid-19 yang mengkhawatirkan. Hasil itu didapat setelah mereka menerima vaksin Moderna daripada vaksin Pfizer-BioNTech.

"Orang tua mungkin memerlukan dosis vaksin yang lebih tinggi, booster dan tindakan pencegahan lainnya," ujar Dr Anne-Claude Gingras dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute di Toronto, yang memimpin penelitian di Kanada.

Juru bicara Pfizer angkat bicara

Vaksin Pfizer

Ketika diminta untuk mengomentari kedua laporan penelitian, juru bicara Pfizer mengatakan, mereka tetap percaya dengan efektivitas vaksin-nya dalam melawan varian Covid-19. Dia juga menyebut booster mungkin diperlukan setelah vaksinasi lengkap.

Menurut data baru, orang yang menerima dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech lebih mungkin positif Covid-19 setelah lima bulan divaksin daripada mereka yang kurang dari 5 bulan.

"Penguat dosis ketiga mungkin diperlukan dalam waktu 6 sampai 12 bulan setelah vaksinasi penuh untuk mempertahankan tingkat perlindungan tertinggi," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini