PPKM Level 4 Diperpanjang, Vaksinasi dan Disiplin Prokes Kunci Turunkan Kasus Covid-19

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 11 Agustus 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 11 612 2454188 ppkm-level-4-diperpanjang-vaksinasi-dan-disiplin-prokes-kunci-turunkan-kasus-covid-19-kb5rHDjROl.jpg Ilustrasi. (Foto: Timesofindia)

MASYARAKAT akan terus menghadapi pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan berakhir. Karena itu, Anda harus mengubah gaya hidup dengan protokol kesehatan.

Dewan Pengarah Forum Solidaritas Kemanusiaan (FSK) Prof Jamal Wiwoho menuturkan, tak ada salahnya jika PPKM Level 4 diterapkan lagi di Indonesia. Seperti diketahui, PPKM Level 4 diperpanjang mulai 9 Agustus-16 Agustus 2021. Kabar baiknya, PPKM yang diawali pada 3 Juli 2021 lalu menunjukkan laju penurunan kasus Covid-19.

“Pemerintah harus bisa bertindak tegas terhadap masyarakat untuk disiplin. Kemana-mana harus protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan),” ujar Prof Jamal lewat keterangannya.

Baca Juga: Perlukah Mendapat Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Walau Terlambat?

Di samping 3M, kata Prof Jamal, masyarakat juga harus mau divaksinasi Covid-19. Walau pada praktiknya tidak mudah, namun masyarakat harus diberi pemahaman positif tentang hal ini.

“Sebab kalau masyarakat tidak disiplin, suka berkerumun, tidak divaksin bisa meningkatkan laju penularan Covid-19,” katanya lagi.

FSK bahkan selalu mengedukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19. Mereka harus diberi pemahamanan yang baik dan mudah dimengerti.

"Karena sebagian masyarakat kita ini tidak yakin ada Covid-19. Padahal, kita harus belajar banyak. Misal mengambil paksa jenazah, mereka bisa merusak alat kesehatan dan menghalangi petugas. Ini perlu edukasi, karena gak sekadar ke keluarga, tapi orang lain bisa kena," tambahnya.

Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini menyebut, jika langkah PPKM yang dipilih ini tidak dilakukan seperti negara maju yang lockdown. Akan berbeda dampaknya seperti di negara-negara kecil bisa lockdown, seperti di Eropa dan Malaysia.

“Kita enggak mungkin lockdown karena ada ribuan pulau. Maka PPKM pertama Jawa-Bali ini dianggap tepat, lalu kasus menurun. Walaupun di Sumatera meningkat, karena perputaran peredaran, dan ini dengan tambahan virus delta dan sebagainya,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini