Share

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Kini Muncul Virus Marburg

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 12 Agustus 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 481 2454713 pandemi-covid-19-belum-mereda-kini-muncul-virus-marburg-bkWUG15maC.jpg Penanganan virus marburg di Afrika. (Foto: WHO/Insider)

PANDEMI covid-19 belum mereda, kini muncul virus marburg yang disebut-sebut juga mematikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengingatkan bahaya penyakit menular ini.

Sebagaimana dilansir laman Insider, Kamis (12/8/21), virus marburg pertama kali ditemukan setelah seorang pria di Guinea, negara bagian Afrika Barat, meninggal dunia akibat tertular virus penyakit ini.

Baca juga: Guinea Konfirmasi Kasus Pertama Virus Marburg, WHO Lakukan Penyelidikan 

Akibat tertular virus marburg, pria tersebut mengalami pendarahan hebat internal dan kegagalan organ tubuhnya. "Penyakit yang sangat menular, bisa menyebar jauh dan meluas," ujar salah satu perwakilan WHO.

WHO menyatakan virus marburg bisa menular ke manusia dari kelelawar, buah, dan ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui permukaan serta cairan tubuh.

Penanganan virus marburg di Afrika. (Foto: WHO/Insider)

Lebih lanjut dijelaskan bahwa gejala akibat virus marburg diketahui dimulai dengan demam tinggi dan sakit kepala yang tiba-tiba, lalu pendarahan internal yang parah terjadi dalam tujuh hari.

WHO menjelaskan bahwa virus marburg memiliki tingkat kematian 24 hingga 88 persen dalam wabah sebelumnya.

"Kami memuji kewaspadaan dan tindakan investigasi cepat oleh petugas kesehatan Guinea," kata dr Matshidiso Moeti, direktur regional WHO di Afrika, dalam pernyataannya.

Baca juga: Menkes: Ada Orang Indonesia Mau Divaksin Covid-19 Lihat Tetangganya Dulu 

Ia mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk menerapkan respons cepat yang didasarkan pada pengalaman dan keahlian Guinea di masa sebelumnya dalam mengelola Ebola yang ditularkan dengan cara sama.

Saat ini, jelas Moeti, upaya pelacakan kontak sedang dilakukan untuk mengidentifikasi rekan dekat pria tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Selasa lalu, Kepala Negara WHO di Guinea Georges Ki-Zerbo mengatakan 155 orang diidentifikasi sebagai kontak dekat. Dia mengatakan mereka akan diamati selama tiga minggu.

"Ini adalah pengawasan aktif. Kontak disimpan di rumah, diisolasi dari anggota keluarga lainnya. Mereka dikunjungi setiap hari untuk memeriksa gejala yang potensial," terangnya.

Baca juga: Dokter: Obat Statin Turunkan Risiko Kematian Covid-19 

Menurut dia, secara global pendekatan untuk memerangi virus marburg tidak akan berbeda dengan ebola. Satu-satunya yang membedakan adalah tidak ada vaksin atau obat yang secara khusus ditujukan untuk virus tersebut, hanya perawatan intensif.

WHO menyatakan virus marburg berasal dari keluarga virus yang sama dengan ebola, memiliki tingkat kematian rata-rata 50 persen. Wabah ebola pada tahun 2014 menyebabkan 28.600 terinfeksi dan 11.300 kematian tercatat di Guinea, Liberia, serta Sierra Leone.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini