Jika Takut Menularkan, Ibu Menyusui Positif Covid-19 Bisa Perah ASI

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 12 Agustus 2021 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 481 2454762 jika-takut-menularkan-ibu-menyusui-positif-covid-19-bisa-perah-asi-tRdejeH9fu.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

IBU menyusui yang terpapar Covid-19 diperbolehkan memberi ASI kepada bayi. Jika takut menularkan, Anda juga masih boleh kok memberi ASI perah. 

Bahkan ibu melahirkan dengan kondisi terpapar Covid-19, masih bisa kok melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Ingat loh, IMD bisa mengurangi risiko kematian pada bayi baru lahir.

Ketua Satgas ASI PP IDAI dr. Elizabeth Yohmi, SpA, ibu dengan Covid-19 harus mendapatkan dukungan untuk menyusui dengan aman. IMD dan menyusui eksklusif membantu tumbuh kembang bayi secara optimal, melakukan IMD dengan kontak kulit dengan kulit saat ibu dan bayi dalam keadaan stabil.

 asi

"Jika ibu tidak kuat menyusui langsung, makan dapat memberikan asi perah dengan protokol kesehatan covid-10 saat memerah ASI," ujarnya saat webinar 'Menyusui Saat Pandemi: Dukungan untuk Ibu, Perlindungan untuk Keluarga", Kamis (12/8/2021).

Dokter Yohmi memberi hasil research letter pada 26 Maret 2020, yang menyebutkan dari 6 ibu yang terkonfirmasi Covid-19, virusnya tidak terdeteksi di serum atau swab tenggorok bayinya. Selain itu, konsentrasi IgG meningkat pada lima bayi (IgG transmisi pasif melalui plasenta).

Dari situs medRxiv pula, 80 persen dari 15 sampel ASI yang diperah pada hari ke 14-30 setelah ibu bebas dari gejala Covid-19 menunjukkan peningkatan kadar IgA anti-SARS Cov-2. Kemudian terdapat juga respon imun SARS Cov-2 slgA dominan yang kuat dalam ASI, setelah infeksi pada sebagian besar individu.

"Terdapat pula scientific brief pada 23 Juni 2020, dari 46 Ibu terpapar covid-19, didapatkan bayinya positif 13 orang, tapi 36 bayi negatif," ucapnya.

Kemudian kita lihat bagaimana dengan ASInya, bagaimana penularan dari ASI, ternyata hanya 3 ASI ibu tersebut terdapat virus dan 43 ASI ibu negatif virus.

Dari 3 ASI Ibu yang positif tersebut ditemukan dua bayi negatif Covid-19, yaitu satu bayi ASI langsung dan satu bayi ASI perah. Sedangkan satu bayi dari ASI positif Covid-19 dan hasilnya satu bayi positif tidak ada kejelasan data bagaimana minum dan rute infeksi.

"Setelah diteliti lebih lanjut dengan realtime PCR, itu merupakan partikel virus jadi bukan virus hidup," ujarnya.

Alhasil, Dokter Yohmi menegaskan bahwa tidak cukup data adanya transmisi melalui menyusui ASI. Kepatuhan terhadap pencegahan infeksi sangat penting untuk menghindari penularan dari ibu ke bayi.

Berdasarkan bukti-bukti penelitian yang ada, rekomendasi WHO untuk IMD dan tetap menyusui tetap berlaku pada ibu dengan suspek dan terkonfirmasi Covid-19.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini