Kisah Anak Gajah yang Kehilangan Separuh Belalainya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 12 Agustus 2021 19:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 612 2454770 kisah-anak-gajah-yang-kehilangan-separuh-belalainya-VK3OhKasqB.jpg Anak Gajah yang Diselamatkan. (Foto: Instagram/@natleo)

HARI Gajah Sedunia diperingati pada 12 Agustus setiap tahunnya. Hari Gajah Sedunia ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan populasi gajah di dunia.

Melalui unggahan akun Instagram National Geographic @natgeo, beberapa waktu lalu, mereka menceritakan kisah penyelamatan seekor bayi gajah yang kehilangan belalainya. Penyelamatan itu awalnya tidak mungkin untuk dilakukan, namun terbukti berhasil menyelamatkan nyawa gajah itu.

Dalam caption unggahan tersebut, seekor anak gajah yang malang tampak diselamatkan oleh suatu komunitas di Reteti, Kenya Utara. Kondisi anak gajah tersebut sangat memperihatinkan, ia terjerembab di lubang pasir dengan belalainya yang dirobek oleh hyena pada malam hari.

Adalah Mary, sosok wanita yang menjadi pahlawan untuk menyelamatkan nyawa gajah kecil tersebut. Dengan segala keterampilan medis yang ia miliki, ia pun dengan sigap menolong anak gajah itu. Saat ditemukan, gajah tersebut tampak mengalami stres berat.

Anak Gajah

Mata anak gajah itu tampak berputar liar, kepalanya terhuyung-huyung dari sisi ke sisi, ia juga berhenti bergerak hanya untuk meraih dan menggaruk tempat belalainya dulu. Gajah tersebut juga memekikkan suara yang menyayat hati.

Sejak saat itu, Mary merawat anak gajah itu sejak hari pertama dan masih melakukannya sampai sekarang. Sekarang, Mary adalah sosok yang penting dari gajah yatim piatu yang menghuni suaka di Reteti. Namun tanggung jawab Mary tidaklah mudah.

Mary dihadapkan pada seorang individu yang mendambakan cinta namun takut kontak karena itu mengakibatkan rasa sakit. Mary harus mengembangkan metode pemberian dukungan yang sama sekali berbeda untuk anak gajah itu.

Selain itu Mary juga membangun bahasa untuk berkomunikasi untuk memberi makan, mencuci, dan mandi lumpur. Metode ini sudah dilakukan terhadap gajah tersebut sejak jam-jam pertama setelah kedatangannya di Reteti.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini