Share

Bersejarah, 5 Destinasi Ini Jadi Saksi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 12 2455068 bersejarah-5-destinasi-ini-jadi-saksi-perjuangan-kemerdekaan-indonesia-Bvarubez4I.jpg Ir Soekarno Berpidato (Dok Arsip Nasional)

JAKARTA - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) akan segera tiba. Setiap tahunnya, masyarakat Indonesia bersukacita memperingati Hari Kemerdekaan RI yang terjadi tepat pada 17 Agustus 1945 silam.

Momen ini tentunya sekaligus menjadi bentuk penghargaan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang mengantarkan bangsa ini ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Suasana pandemi Covid-19 tentunya jangan sampai menyurutkan rasa semangat Anda, ya.

Meski berada #DiRumahAja saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti sekarang, Anda juga bisa mengikuti serunya suasana 17-an melalui Kompetisi #MelodiKemerdekaan dari Pesona Indonesia, lho! Kompetisi ini digelar pada 27 Juli sampai 20 Agustus 2021 dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 pada 17 Agustus 2021 mendatang.

Cara ikutannya juga mudah kok. Pilih salah satu lagu daerah favorit Anda. Agar makin meriah, bisa sambil menari dan bermain musik, atau menggunakan kostum dan aksesori khas sesuai lagu daerah yang Anda pilih.

Upload video di Instagram feed Anda, jangan lupa mention akun Instagram @pesonaid_travel dan sertakan hashtag #MelodiKemerdekaan pada caption. Pastikan akun Anda tidak di-private dan sudah follow akun Instagram @pesonaid_travel, ya!

Yuk, bikin video kreasi menyanyikan lagu daerah #DiIndonesiaAja! Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai jutaan rupiah serta tak ketinggalan ucapan spesial hari kemerdekaan dari Presiden Joko Widodo. Selain itu, para pemenang juga akan mendapatkan merchandise eksklusif Wonderful Indonesia dan gift box dari Rumah Digital Indonesia. Video-video kreasi terbaik akan berkesempatan ditayangkan di semua media sosial Pesona Indonesia dan platform rumahdigitalindonesia.id.

Selain itu, tidak ada salahnya jika kita mencoba menilik secara virtual berbagai destinasi bersejarah #DiIndonesiaAja. Negara ini memiliki banyak sekali tempat bersejarah yang penting untuk diketahui dan dijaga keberadaannya. Sebab, tempat-tempat inilah yang menjadi saksi pengorbanan para pahlawan untuk memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Berikut informasinya.

1. Pesanggrahan Menumbing (Bangka Barat, Bangka Belitung)

 

(Foto: Instagram nofa.anggara)

Pada 1948 silam, Belanda meluncurkan agresi militer ke II. Demi menjajah kembali Indonesia, Pemerintah Belanda pun menangkap dan mengasingkan beberapa pemimpin Tanah Air pada saat itu.

Tepatnya 22 Desember 1948, Soekarno, Moh. Hatta, Mr. A Gafar Pringgodigdo, Mr. Ass’aat, dan Commodor Suryadarma diasingkan ke Pesanggrahan Menumbing. Beberapa hari kemudian, tepatnya 31 Desember 1948, Mr. Ali Sastroamidjoyo dan Mr. Moh Roem pun menyusul ke Pesanggrahan Menumbing.

Wisma bergaya arsitektur Belanda ini masih berdiri kokoh hingga saat ini dan dilestarikan menjadi sebuah museum. Anda bahkan masih bisa merasakan detik-detik pengasingan puluhan tahun silam melalui berbagai peninggalan yang ada.

Terdapat banyak ruangan di dalamnya, termasuk ruang pertemuan, hingga ruang tidur Soekarno saat itu. Kamarnya masih seperti dulu kala ketika Soekarno diasingkan dengan nuansa putih.

Sambil berwisata sejarah secara virtual, tak ada salahnya jika Anda juga melihat dan #BeliKreatifLokal khas Bangka Belitung. Daerah ini punya cinderamata khas seperti pewter, kerajinan kerang, satam, sumpet, gelang akar bacan, serta batik yang dapat dibeli secara online melalui e-commerce terpercaya juga media sosial para pengrajin dan pelaku usaha kreatif lokal.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi (DKI Jakarta)

 

(Foto: Antara)

Museum ini dibangun sebagai monumen atas peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini merupakan kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda yang merupakan seorang Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat.

Di sebuah ruang besar di salah satu sudut rumah Maeda itu, Soekarno, Moh Hatta, dan Achmad Soebardjo berpikir keras dan saling bersilang pendapat untuk menentukan arah bangsa Indonesia pascakemerdekaan.

Sementara para pemuda lainnya menunggu di ruang tamu hingga akhirnya teks proklamasi diselesaikan. Teks proklamasi yang dituliskan Soekarno tersebut pun diketik oleh Sayuti Melik. Rumah Laksamana Maeda itu kini sudah beralih fungsi menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang terletak di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat.

Selain mengingat dan belajar sejarah, Anda juga bisa #BeliKreatifLokal makanan khas dari kota ini, lho. Berbagai jenis makanan dijual secara online dan dapat Anda pesan kapan pun #DiRumahAja, seperti dodol betawi, roti buaya, kembang goyang, bir pletok, kerak telur, kue geplak, serta tape uli. Wah, jadi lapar ya membayangkannya!

3. Tugu Proklamasi (DKI Jakarta)

(Foto: Okezone)

Masih di wilayah DKI Jakarta, Monumen Proklamasi atau yang juga disebut Tugu Petir ini didirikan di Kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi (dulu disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat. Kini dibuat sebagai monumen peringatan proklamasi kemerdekaan RI.

Terdapat dua patung Soekarno dan Moh Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan. Ini mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Kemudian, di tengah-tengahnya terdapat patung naskah proklamasi dengan susunan dan bentuk tulisan yang mirip dengan naskah ketikan aslinya.

Dahulu, naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan untuk pertama kalinya oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945 di halaman kediaman Soekarno ini, tepatnya Jl. Pegangsaan Timur No. 56.

Kota Metropolitan ini memiliki beragam pernak-pernik yang identik dengan ikon khasnya, seperti miniatur bajaj, ondel-ondel, dan Monumen Nasional. Selain itu, Anda juga dapat mencoba pakaian tradisional khas Jakarta yaitu Kebaya Encim. Jenis kebaya ini biasa dipakai dengan paduan kain batik. Karna PPKM masih berlanjut, untuk saat ini Anda bisa #BeliKreatifLokal pernak-pernaik khas Jakarta ini secara online ya! Buka ponsel Anda dan temukan pernak-pernik ini di aplikasi e-commerce atau media sosial para pengrajinnya.

4. Rumah Sejarah Rengasdengklok (Karawang, Jawa Barat)

(Foto: Okezone)

Rumah Rengasdengklok merupakan rumah pengasingan Soekarno dan Moh Hatta. Rumah milik seorang petani keturunan Tionghoa bernama Djiauw Kie Siong ini sejatinya menyimpan cukup banyak rekam sejarah Indonesia.

Rumah milik Djiauw Kie Siong ini kemudian menjadi tempat pengasingan Soekarno dan Moh Hatta oleh kelompok pemuda. Pengasingan ini dilakukan demi mempercepat Proklamasi Kemerdekaan RI.

Sebab, sesaat sebelum Indonesia merdeka, terjadi perundingan yang cukup panas antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua yang diwakilkan oleh Soekarno dan Hatta menolak segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Hal itu tentunya karena belum adanya kejelasan tentang kekalahan Jepang kepada Sekutu. Sementara itu, golongan muda justru sudah mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diumumkan.

Golongan muda pun akhirnya membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok yang dianggap jauh dari pengawasan tentara Jepang. Rumah ini sejatinya terletak di sebelah Sungai Citarum, tetapi karena terjadi abrasi sungai pada 1957, letak rumah dipindahkan kurang lebih 150 meter dari tempat aslinya.

Nah, kalau sudah berkunjung secara virtual ke Karawang, Anda bisa #BeliKreatifLokal produk kerajinan yang banyak dikembangkan oleh pelaku usaha kreatif lokal setempat. Berbagai kerajinan berbahan dasar batok kelapa dan eceng gondok saat ini telah banyak dijual secara online, lho. Anda dapat membelinya melalui e-commerce atau pun media sosial milik para pengrajin.

5. Monumen Yogya Kembali (DI Yogyakarta)

(Foto: Instagram chills_afz)

Monumen yang akrab disapa Monjali ini memiliki tinggi kurang lebih 31,8 meter. Monumen ini terletak di Dusun Jongkang, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

Bentuk kerucutnya melambangkan bentuk gunung yang menjadi perlambang kesuburan. Namun, lambang ini juga memiliki makna yaitu melestarikan budaya nenek moyang pra-sejarah.

Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, namun hingga saat itu Belanda tak kunjung angkat kaki dari bumi Nusantara. Baru pada 29 Juni 1949, segenap rakyat Indonesia bisa mengawali kebebasan dari cengkeraman dan agresi Belanda.

Saat itu, Belanda menarik seluruh kekuatan militernya dari Yogyakarta yang menjadi Ibu Kota RI saat itu. Pasukan TNI juga berangsur memasuki kota Yogyakarta hingga dikenal sebagai peristiwa bersejarah besar, “Yogya Kembali" dan diabadikan dalam sebuah Monumen Yogya Kembali di depan Hotel Inna Garuda, Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Selain berwisata secara virtual, Anda juga bisa membeli produk lokal khas wisata sejarah secara online. Caranya mudah sekali, Anda dapat #BeliKreatifLokal melalui e-commerce terpercaya atau pun media sosial para pengusaha kreatif lokal di seluruh penjuru wilayah Indonesia.

Termasuk di antaranya berbagai produk lokal dari DI Yogyakarta, seperti ragam motif batik, serta kerajinan perak, dan juga gerabah tanah liat. Anda juga bisa mencicipi makanan yang sangat identik dengan daerah ini, yaitu gudeg. Jangan khawatir, dengan tetap berada #DiRumahAja, Anda dapat #BeliKreatifLokal secara online dan tunggu produk diantarkan hingga ke rumah Anda.

Itulah informasi seputar destinasi wisata sejarah yang ada di Indonesia. Sudah terbayang bukan kerasnya perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan bangsa ini? Oleh karena itu, ada baiknya jika kemerdekaan dapat dimaknai secara mendalam dan tidak lupa untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan terdahulu.

Saat situasi pandemi Covid-19 berlangsung seperti ini, kita juga dapat menghargai para pahlawan pandemi Covid-19 yang ada #DiIndonesiaAja. Khususnya, para tenaga kesehatan dan semua pihak yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat agar #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, mengimbau masyarakat untuk dapat menghargai jerih payah pahlawan pandemi Covid-19. Salah satunya, yaitu dengan tidak menyebarluaskan hoaks dan selalu mengusung konten-konten yang positif.

“Untuk itu, perlu cara bijak dan efektif menghargai jerih payah para pahlawan pandemi Covid-19. Serta, selalu mengusung narasi dan konten-konten yang positif, serta berita baik untuk percepatan penanggulangan penyebaran virus penyebab Covid-19, misalnya menangkal hoaks, misinformasi maupun disinformasi tentang Covid-19,” ujarnya.

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan dan lakukan vaksinasi Covid-19 demi menekan angka penyebaran virus Covid-19 guna mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity. #InDOnesiaCARE akan kesehatan dan keselamatan diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Jika ada hal mendesak yang mengaruskan Anda keluar rumah, patuhi protokol kesehatan 6M dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, serta mengurangi mobilitas. (CM)

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini