Vaksin Sinopharm 50,4 Persen Efektif Lawan Infeksi Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 481 2455151 vaksin-sinopharm-50-4-persen-efektif-lawan-infeksi-covid-19-4bHbofbdxi.jpg Divaksin Covid-19 (Foto: Reuters)

SELAIN vaksin CoronaVac buatan PT Sinovac, vaksin Sinopharm juga jadi salah satu vaksin Covid-19 yang dikembangkan dan diproses di Cina.

Terkait efektivitas vaksin Sinopharm, ada suatu studi penelitian terbaru di Peru yang meneliti tentang sejauh mana vaksin Covid-19 Sinopharm ini efektif melawan infeksi Covid-19.

 Vaksin Covid-19

Mengutip Reuters, Jumat (13/8/2021) dari studi penelitian di Peru tersebut terlihat bahwa dua dosis vaksin Sinopharm memiliki efektivitas 50,4 persen dalam mencegah infeksi Covid-19 kepada para peserta studi yakni para tenaga kesehatan di Peru, yang saat ini juga tengah mengalami lonjakan kasus karena penyebaran varian virus.

Dari penelitian yang sudah dipublikasikan pekan lalu ini juga didapati, bahwa suntikan ketiga sebagai booster atau penguat bisa dipertimbangkan, karena melihat persentase kemanjuran yang tidak terlalu tinggi.

Disebutkan lebih lanjut, studi penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Institut Kesehatan Nasional Peru dan dua lembaga penelitian lainnya tersebut digelar menggunakan vaksin BBIBP-CorV Sinopharm dengan melibatkan sebanyak kurang lebih 400.000 orang tenaga kesehatan garda terdepan, melihat data dari Februari hingga Juni ketika Peru tengah dihantam infeksi gelombang kedua yang dipicu oleh varian Lambda dan Gamma.

“Kemanjuran untuk mencegah infeksi tidak tinggi dan ini adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan setelah persentase tinggi dari kelompok orang yang sudah menerima dua dosisnya. Momen ketika suntikan booster dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan perlindungan terhadap para petugas kesehatan garis depan,” bunyi hasil penelitian tersebut.

Namun, patut diketahui dua dosis full vaksin Sinopharm tersebut mencapai persentase 94 persen efektif dalam mencegah kematian akibat Covid-19.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini