Berbagai Faktor Penyebab Lambatnya Pencapaian Target Vaksinasi Kelompok Lansia

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 481 2455158 berbagai-faktor-penyebab-lambatnya-pencapaian-target-vaksinasi-kelompok-lansia-3J3uKYJpUW.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Reuters)

VAKSINASI untuk lanjut usia (lansia) saat ini belum banyak dilakukan. Padahal kelompok ini ditetapkan sebagai target penerima vaksin yang diprioritaskan, karena paling rentan dan memiliki risiko terinfeksi Covid-19 lebih tinggi.

Namun, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per 12 Agustus 2021, dari total 21.553.118 target penerima vaksin Covid-19 kelompok lansia, baru 4.979.210 (23,10%) yang mendapat vaksin dosis pertama, dan baru 3.383.747 (15,70%) yang sudah mendapat vaksin dosis kedua.

 Vaksin Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, lambatnya pencapaian target vaksinasi kelompok lansia disebabkan oleh beberapa faktor terkait akses, dukungan dan juga masih adanya vaccine hesitancy pada lansia.

Hal ini didasari oleh ketakutan mereka untuk mendapatkan vaksinasi, atau tidak adanya pengetahuan bagaimana cara mendaftarkan diri.

Selain itu, berbagai kendala yang dihadapi oleh lansia bahwa mereka tidak memiliki support system yang dapat membimbing, membantu dan mengantarkan mereka mendapatkan vaksinasi.

Support system yang sangat penting ini seringkali dimulai dari anggota keluarga, tidak hanya yang berada di sekitar dan bersedia membantu, tetapi juga yang memahami pentingnya memvaksinasi anggota keluarga yang lebih tua.

Lebih lanjut, vaksinasi sangatlah penting untuk mengurangi jumlah rawat inap dan gejala parah akibat COVID-19. Per tanggal 12 Agustus 2021 sudah 52 juta lebih sasaran mendapat dosis pertama dan 26,1 juta sudah menerima vaksin kedua. Namun, baru sekitar 23 persen sasaran kelompok lansia yang mendapatkan dosis pertama dan baru 15 persen yang mendapatkan dosis kedua.

Tujuan mencapai herd immunity, dan oleh karena itu harus mencapai 70 persen dari jumlah sasaran. Kemudian, kata Nadia, sudah dari awal sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa kelompok dengan risiko tinggi, memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan risiko penyakit parah.

"Dan risiko kematian yang lebih tinggi harus yang pertama-pertama dilindungi," Ujarnya saat Diskusi Media Interaktif KPC PEN bertajuk ' Pentingnya Dukungan Keluarga dan Orang Terdekat dalam Mempercepat Program Vaksinasi Covid-19 untuk lansia' secara virtual, Jumat (13/8/21).

Kemudian, selain berbahaya karena akan tetap menimbulkan potensi penularan, dan melanggar prinsip Equal Respect yang disarankan tim ahli WHO, Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE).

"Oleh karena itu, lansia, adalah prioritas. Dan untuk memastikan cakupan terhadap lansia tinggi, partisipasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyebarkan informasi yang tepat dan akurat. Untuk menyampaikan manfaat vaksinasi bagi lansia sendiri dan manfaatnya bagi orang lain di sekitar mereka,” terangnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini