Share

75 Persen Kematian Akibat Covid-19 pada Nakes karena Belum Vaksinasi Lengkap

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 481 2455308 75-persen-kematian-akibat-covid-19-pada-nakes-karena-belum-vaksinasi-lengkap-Ha099Px2Hx.jpg Siti Nadia Tarmizi (Foto : YouTube Sekretariat Presiden)

BADAN Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang bernaung di bawah Kementerian Kesehatan RI, baru saja menggelar studi penelitian. Studi tersebut melibatkan sebanyak 71.455 orang tenaga kesehatan di Provinsi DKI Jakarta.

Studi dilakukan untuk mengamati kasus konfirmasi Covid-19, perawatan inap dan kematian akibar Covid-19 pada tenaga kesehatan (nakes) yang terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok yang sudah menerima dosis pertama vaksin Corona-Vac, kelompok yang sudah divaksin full dua dosis, yang kelompok yang belum divaksin.

Disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, hasil studi penelitian di atas memperlihatkan di periode Januari dan Maret 2021 memang vaksin buatan Sinovac China tersebut cukup efektif dalam mencegah infeksi Covid-19, tapi di bulan berikutnya vaksinasi lengkap memperlihatkan masih kurang efektif untuk melindungi nakes terkena infeksi Covid-19. Tapi masih efektif melindungi dari risiko fatal seperti kematian.

Siti Nadia

“Pada periode Januari dan Maret 2021, vaksin Corona-Vac cukup efektif dalam mencegah infeksi Covid-19. Namun pada April dan Juni, vaksinasi lengkap kurang melindungi tenaga kesehatan dari infeksi Covid-19. Meski demikian, vaksinasi lengkap masih melindungi efektif dari risiko perawatan dan kematian akibat Covid-19,” ujar dr. Siti Nadia, dalam Siaran Pers PPKM, Jumat (13/8/2021) di akun chanel Youtube Sekretariat Presiden.

Baca Juga : BOR Nasional di RS Rujukan Covid-19 Kembali Turun, Kini Hanya 46,08%

Dipaparkan data bahwa dari Januari hingga Maret 2021, proporsi tenaga kesehatan (kelompok yang belum divaksin) yang dirawat mencapai 12 persen. Lalu yang divaksin dosis pertama sebanyak 19,3 persen, dan full vaksin dua dosis lengkap sebanyak 18 persen.

Per April hingga Juni 2021, proporsi tenaga kesehatan (kelompok yang belum divaksin) yang harus dirawat akibat Covid-19 meningkat dua kali lipat menjadi 24 persen, kelompok sudah divaksis dosis pertama turun menjadi 8,1 persen, dan yang sudah divaksin dosis komplit berkurang sampai enam kali lipat lebih rendah daripada sebelumnya, hanya menjadi 3,3 persen.

Dokter Nadia menambahkan, dari catatan puluhan tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19 selama periode enam bulan, sebagian besar terjadi pada tenaga kesehatan yang belum divaksin.

“Sepanjang Januari sampai Juni 2021, 20 orang tenaga kesehatan meninggal karena Covid-19, 75 persen kematian pada tenaga kesehatan adalah pada yang belum divaksin atau yang baru divaksin dosis pertama,” pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini