Share

Jubir Satgas Tegaskan Tak Akan Hilangkan Laporan Angka Kematian Harian Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 481 2455379 jubir-satgas-tegaskan-tak-akan-hilangkan-laporan-angka-kematian-harian-covid-19-nlOyZFlbUS.jpg Siti Nadia Tarmizi (Foto : YouTube Sekretariat Presiden)

BEBERAPA waktu belakangan ini, tersiar kabar terkait peniadaan laporan angka kematian akibat Covid-19 dalam pelaporan angka kasus harian di

Merespon kabar tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan dengan gamblang bahwa pemerintah tidak akan menghilangkan laporan angka kematian dalam laporan harian Covid-19.

“Kami tegaskan, angka kematian tidak dihilangkan dari laporan harian yang disampaikan kepada publik setiap harinya. Saat ini komponen angka kematian sedang dilakukan perbaikan untuk kita dapat menentukan level PPKM lebih tepat lagi,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi, ketika siaran pers Update PPKM, Jumat (13/8/2021) yang disiarkan chanel Youtube Sekretariat Presiden.

Siti Nadia

Kementerian Kesehatan, dikatakan oleh dr. Siti Nadia juga sudah mengetahui dan memahami kendala di lapangan perihal adanya keterlambatan laporan. Baik itu untuk kasus positif terkonfirmasi, kasus sembuh, dan juga kasus meninggal akibat Covid-19, terutama dalam periode dua bulan terakhir ini.

“Kementerian Kesehatan memahami adanya keterlambatan pelaporan baik untuk kasus-kasus yang terkonfirmasi, kasus-kasus sembuh, maupun kasus-kasus meninggal, khususnya akibat peningkatan kasus dua bulan terakhir kemarin pada bulan Juli,” tambahnya.

Baca Juga : Alasan Nakes Butuh Vaksinasi Dosis Ketiga, Efektivitas Menurun?

Diketahui masih ada kurang lebih 50 ribu kasus yang belum ter-update statusnya. Maka dari itu, Kementerian Kesehatan mendorong para pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan laporan teranyar secepat mungkin.

“Saat ini masih lebih dari 50.000 kasus belum ter-update secara status akhirnya dan Kementerian Kesehatan mendukung pemerintah daerah untuk menyelesaikan updating kasus ini dalam waktu sesingkat-singkatnya, agar sesegera mungkin kita dapat menyajikan data yang lebih akurat dan tepat waktu,” tutup dr. Siti Nadia

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini