Najwa Shihab Ungkap Olahraga Favoritnya, Makin Rajin Digeluti Selama Pandemi

Antara, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 612 2455162 najwa-shihab-ungkap-olahraga-favoritnya-makin-rajin-digeluti-selama-pandemi-69gupHCpB9.jpg Najwa Shihab. (Foto: Instagram @najwashihab)

JURNALIS senior Najwa Shihab termasuk sosok yang peduli terhadap kesehatan. Ia pun aktif melakukan olahraga, terutama di masa pandemi covid-19 ini. Di antaranya olahraga lari dan bersepeda.

Najwa Shihab mengatakan sudah menggeluti olahraga lari bahkan sebelum pandemi covid-19. Bila dulu setiap pagi berlari di area Gelora Bung Karno (GBK), sekarang dia memilih berlari di sekitar rumah.

Baca juga: Nobar Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Najwa Shihab Deg-degan hingga Terharu 

"Aku kebetulan juga lagi hobi lari. Sebelum pandemi rajin setiap pagi tuh aku ke GBK. Sekarang lari-larinya di deket rumah atau di treadmill," kata Najwa Shihab dalam sebuah konferensi pers daring, Kamis 12 Agustus 2021, seperti dikutip dari Antara.

Ketika diminta memilih antara olahraga lari dan bersepeda, Najwa langsung menjawab lari. Dia pun sudah mendaftarkan diri dalam ajang lari yang akan digelar Kementerian Kesehatan pada pertengahan Agustus ini.

Najwa Shihab. (Foto: Instagram @najwashihab)

"Aku mau ikut lari dong. Menurutku, sekarang tren anak muda sudah peduli kesehatan. Saat pandemi pun kita lihat anak-anak muda lari, sepedaan sudah ikut. Aku daftar beregu yang bertiga 76 km," tutur Najwa.

Dia berpendapat pandemi covid-19 saat ini lebih membuat orang-orang jauh lebih peduli kesehatan, tetapi di sisi lain juga membuat mereka takut bertindak.

Baca juga: 5 Gaya OOTD Najwa Shihab On Duty, Edgy Casual! 

Menurut Najwa, informasi yang masuk kadang overload, kesulitan memilih dan memilah, bercampurnya berbagai gejala penyakit, serta hoaks yang bertebaran termasuk soal di-covid-kan menjadi penyebab ketakutan ini.

Oleh karena itu, Najwa mengajak semua orang, termasuk anak-anak muda, bersama-sama membagikan informasi yang tepat. Hal ini berlaku juga untuk masalah kesehatan yang masih mendapat stigma seperti tuberkulosis (TBC).

Tuberkulosis saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia. Kemenkes memperkirakan penyakit menular ini mencapai 845.000 kasus pada tahun 2020. Dari angka tersebut, baru 357.199 kasus yang terlaporkan.

Koordinator Substansi Tuberkulosis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Tiffany Tiara Pakasi mengakui ada kendala dalam penemuan hoaks, salah satunya karena stigma tuberkulosis sebagai penyakit yang identik dengan kaum miskin.

Baca juga: Yuk Bikin Kaya Toast ala Rumahan, Dijamin Rasanya Enak seperti Buatan Kafe 

Berkaca dari hal ini, Najwa memandang penting keberhasilan kampanye mengedukasi masyarakat tentang tuberkulosis dan anak-anak muda berperan di sini.

"Saat ini saat problem TBC nyata, ini salah satu masalah krusial yang harus di-tackle. Saya percaya anak muda sebagai agen perubahan yang kerapkali berhasil menaklukkan berbagai tahapan penting negeri ini juga punya tanggung jawab besar untuk sama-sama memastikan kampanye ini berhasil dan orang-orang terdampak bisa betul-betul terbantukan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini