Share

Edukasi soal Covid-19 Belum Merata, Masih Banyak Orang Kena Stigma Negatif di Daerah

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 612 2455314 edukasi-soal-covid-19-belum-merata-masih-banyak-orang-kena-stigma-negatif-di-daerah-nmGHaJ8yvH.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MASIH banyak masyarakat abai protokol kesehatan, juga dengan stigma negatif. Terutama masyarakat di daerah, seperti Tana Toraja.

Penduduk Tana Toraja Dinny Jusuf mengamati sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu. Dia pulang ke kampung suaminya di Tana Toraja selama pandemi.

Dia mengamati apa yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Menurutnya, hingga sekarang tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan hampir tidak ada.

"Di rumah saya orang lewat enggak ada pakai masker. Di sini kena Covid-19 dapat stigma, kalau isoman juga," tuturnya.

dinny

Stigma biasanya dirasakan oleh para pendatang dianggap sebagai pembawa penyakit. Dinny juga pernah distigma yang membuatnya keheranan.

"Saya saja pernah pulang ke Toraja, disemprot air disinfektan," bebernya.

Wanita yang juga Koordinator Bidang Literasi dan Edukasi Forum Solidaritas Kemanusiaan (ForumSK) ini juga menceritakan, masyarakat setempat masih mengadakan upacara adat. Salah satunya yaitu upacara kematian yang setiap tahun dilakukan setelah panen, tepatnya pada bulan Juli-Agustus.

Ada wabah Covid-19, seharusnya upacara tak digelar untuk menghindari kerumunan. Masyarakat masih datang ke tempat upacara ritual.

Kalau tak datang upacara juga bisa dikucilkan. Dinny pun tak menampik jika upacara adat di sana bisa menimbulkan klaster baru.

Belum lagi soal vaksinasi, banyak masyarakat Tana Toraja masih enggan disuntik vaksin Covid-19. Mereka percaya tentang hoax.

"Masyarakat juga sering baca di hp dan percaya hoax, jadi mereka gak mau divaksin," terangnya.

Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya patuh protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan. Menurut Dinny, hal ini bisa dilakukan dengan pendekatan kearifan lokal.

"Karena kita sudah hidup berdampingan dengan Covid-19. Mikirnya sekarang kalau seandainya kena Covid-19 harus berbuat apa," terangnya.

Lalu ditanggapi Tokoh Kemanusiaan Sudirman Said, selama masyarakat berdampingan dengan pandemi, pelaksanaan protokol kesehatan ketat wajib dilakukan. Karena itu, edukasi dan literasi akan sangat menentukan sukses kita mengendalikan pandemi ini.

Soal stigma, pria yang dikenal sebagai tokoh kemanusiaan ini menilai bahwa hal ini menjadi tantangan.

"Peran para pemimpin masyarakat akan sangat penting menjaga saling percaya antar warga. Bahkan semangat saling bantu yang harus digelorakan," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini