Share

WHO Keluarkan 5 Pedoman Pencegahan Virus Marburg

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 14 Agustus 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 14 612 2455568 who-keluarkan-5-pedoman-pencegahan-virus-marburg-9XNOuN9TrF.jpg Ilustrasi pedoman pencegahan virus marburg. (Foto: WHO/Insider)

PENYAKIT virus marburg (MVD) cukup mengkhawatirkan di tengah pandemi covid-19 yang belum juga usai. Penyakit yang berasal dari kelelawar itu pun disebut mematikan dan mudah sekali menyebar antar-orang.

Mencegah terjadinya wabah virus marburg menjadi hal yang penting saat ini. Langkah tersebut sangat bergantung pada sejumlah langkah yaitu manajemen kasus, pengawasan dan pelacakan kontak, layanan laboratorium yang baik, penguburan yang aman dan bermartabat, serta mobilisasi sosial.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Kini Muncul Virus Marburg 

"Keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan mengendalikan wabah ini. Meningkatkan kesadaran akan faktor risiko infeksi penyakit virus marburg dan tindakan perlindungan yang dapat dilakukan individu adalah cara yang efektif untuk mengurangi penularan pada manusia," papar Badan Kesehatan Dunia (WHO) di laman resminya, Sabtu (14/8/2021).

Supaya dapat mencegah terjadinya wabah, WHO pun mengeluarkan pedoman pencegahan penyakit virus marburg, yakni:

Ilustrasi virus marburg. (Foto: Shutterstock)

1. Mengurangi risiko penularan kelelawar ke manusia

Ya, kelelawar adalah inang alami virus marburg. Kontak yang terlalu lama dengan tambang atau gua yang dihuni koloni kelelawar buah menjadi risiko paling besar.

Selama kegiatan kerja atau penelitian atau kunjungan wisata di tambang atau gua yang dihuni oleh koloni kelelawar buah, orang harus mengenakan sarung tangan serta pakaian pelindung lain yang sesuai, termasuk masker. Kemudian semua produk hewani (darah dan daging) harus dimasak dengan matang sebelum dikonsumsi.

2. Mengurangi risiko penularan dari manusia ke manusia di masyarakat

Ini timbul dari kontak langsung atau dekat dengan pasien yang terinfeksi, terutama dengan cairan tubuh mereka. Kontak fisik yang dekat dengan pasien virus marburg harus dihindari. Maka itu, penggunaan sarung tangan serta alat pelindung diri yang sesuai harus menjadi penting saat merawat pasien yang sakit di rumah.

Mencuci tangan secara teratur harus dilakukan setelah mengunjungi kerabat yang sakit di rumah sakit, serta setelah merawat pasien yang sakit di rumah.

Baca juga: Virus Marburg Mematikan, Kenali Penyebab dan Gejalanya 

3. Mulai edukasi masyarakat

Masyarakat yang terkena dampak virus marburg harus melakukan upaya untuk memastikan bahwa penduduk mendapat informasi yang baik, baik tentang sifat penyakit itu sendiri maupun tentang langkah-langkah pengendalian wabah yang diperlukan.

4. Penguburan dilakukan secara khusus

Langkah-langkah pencegahan terjadinya wabah juga termasuk penguburan yang cepat, aman, dan bermartabat. Ini termasuk mengidentifikasi orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan pasien meninggal yang terinfeksi virus marburg.

Kemudian memantau kesehatan mereka selama 21 hari, memisahkan yang sehat dari yang sakit untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, memberikan perawatan kepada yang dikonfirmasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Baca juga: Mirip Ebola, Penyakit Virus Marburg Belum Ada Obatnya 

5. Mengurangi risiko kemungkinan penularan seksual

Berdasarkan analisis lebih lanjut dari penelitian yang sedang berlangsung, WHO merekomendasikan agar laki-laki yang selamat dari penyakit virus marburg mempraktikkan seks dan kebersihan yang lebih aman selama 12 bulan sejak timbulnya gejala atau sampai air mani mereka dua kali tes negatif untuk virus marburg.

Kontak dengan cairan tubuh harus dihindari dan mencuci dengan sabun dan air sangat dianjurkan. WHO tidak merekomendasikan isolasi pasien laki-laki atau perempuan yang sudah sembuh yang darahnya telah dites negatif virus marburg.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini