Pakai Busana Suku Mandar, Wapres Maruf Amin: Pria Harus Gesit dan Cekatan

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 194 2456217 pakai-busana-suku-mandar-wapres-maruf-amin-pria-harus-gesit-dan-cekatan-Po3A8CcoFA.jpg Wapres Maruf Amin. (Foto: Youtube)

SELAMA pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sidang Tahunan MPR jelang Peringatan Kemerdekaan RI yang ke-76 memang kerap menggunakan busana daerah. Sama seperti Presiden Jokowi, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin juga menggunakan baju adat dalam Sidang Tahunan.

Dalam gelaran acara ini, pria 78 tahun tersebut mengenakan pakaian adat Suku Mandar, asal Sulawesi Barat. Hal itu terlihat ketika dia menghadiri acara tersebut sambil mendampingi Presiden RI Joko Widodo yang tampil mengenakan pakaian adat Suku Badui, Banten.

“Assalamualaikum. Pagi ini saya menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2021 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta. Kali ini saya mengenakan pakaian adat Suku Mandar asal Sulawesi Barat,” kata KH Ma’ruf Amin lewat media sosial Twitternya, Senin.

Busana yang dikenakan KH Ma’ruf Amin itu terdiri dari atasan dan bawahan panjang berwarna hitam. Kemudian di bagian pinggangnya terdapat kain tenun berwarna merah. KH Ma’ruf Amin juga melengkapi penampilannya dengan songkok.

Wapres

“Pakaian adat pria Suku Mandar dengan kain sarung tenun merah sebagai ikat pinggang serta songkok tabone memang tampak sederhana,” tulisnya.

Tenun merah di pingganya tersebut membuat penampilan sang wakil presiden ini terlihat agak mencolok, namun tetap bersahaja. Rupanya, meski sederhana, pakaian adat Suku Mandar ini memiliki nilai filosofinya tersendiri, lho!

Hal itu diungkapkan juga oleh KH Ma’ruf Amin lewat media sosial Twitter resminya. “Pakaian ini mempunyai nilai filosofis bahwa pria Mandar harus gesit dan cekatan dalam bekerja,” kata dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini