Kemenkes Jelaskan Alasan Harga Tes PCR Baru Bisa Turun Sekarang

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 481 2456498 kemenkes-jelaskan-alasan-harga-tes-pcr-baru-bisa-turun-sekarang-oN8eJdOzJy.jpg Tes swab PCR (Foto : Dok.Okezone)

KEMENTERIAN Kesehatan - Kemenkes RI membeberkan alasan pemerintah menurunkan harga tes PCR untuk Covid-19. Sebelumnya, biaya tes PCR berada di kisaran Rp900 ribuan, namun kini batas tarif tertinggi diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta Rp525 ribu untuk di luar Jawa-Bali.

“Dari hasil evaluasi kami sepakati bahwa batasan tarif tertinggi tes swab PCR diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk Jawa dan Bali, serta Rp525 ribu untuk di luar Jawa dan Bali,” kata Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan Prof dr Abdul Kadir dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8/2021).

Dia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan.

Tes PCR

Evaluasi tersebut juga dilakukan berdasarkan perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan PCR yang terdiri dari sejumlah komponen. Di antaranya jasa pelayanan, reagen dan bahan habis pakai, biaya administrasi, serta komponen biaya lainnya.

“Kenapa baru sekarang? Ini disebabkan oleh karena adanya penurunan daripada harga-harga reagen dan bahan habis pakai. Jadi, pada tahap awal, memang harga reagen yang kita beli itu kebanyakan harganya masih tinggi sehingga kita tetap mengacu pada harga tersebut,” jelasnya.

Baca Juga : Besok Berlaku Tarif Baru Tes PCR, di Jawa-Bali Rp495 Ribu!

Dia menambahkan, tidak hanya menyesuaikan harga reagennya saja, tetapi juga barang medis habis pakai seperti masker, APD, dan sebagainya.

“Sekarang ini, itu sudah terjadi penurunan harga. Berdasarkan penurunan harga itu, kita lakukan perhitungan ulang maka didapatkan lah harga yang paling tinggi sekarang ini yaitu Rp495 ribu (untuk Jawa-Bali),” sambungnya.

Dia juga mengungkapkan, bahwa penetapan tarif PCR ini akan terus dievaluasi bila ada dinamika harga di pasaran. “Dan ini akan kita evaluasi terus menerus. Tetapi pada saat nanti di mana terjadi dinamika, maka kita evaluasi kembali. Tidak menutup kemungkinan nanti ada evaluasi ulang, harganya bisa lebih turun lagi,” ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini