Perangi Hoax Covid-19 Tak Cukup Hanya dengan Edukasi

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 612 2456518 perangi-hoax-covid-19-tak-cukup-hanya-dengan-edukasi-32fz1yNqfl.jpg Ilustrasi. (Foto: Theconversation)

HOAX tentang Covid-19 yang tersebar di media sosial nampaknya sulit diperangi. Padahal edukasi tentang Covid-19 masih harus digencarkan untuk menurunkan laju penularan penyakit.

Edukasi tentang 3M atau 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, perlu disosialisasikan terus-menerus. Selain juga, Anda ikut vaksinasi yang kini juga jadi program pemerintah.

Baca Juga: Kemenkes Jelaskan Alasan Harga Tes PCR Baru Bisa Turun Sekarang

masker

Abdul Rahman Ma'mun, Divisi Jaringan dan Kerjasama Forum Solidaritas Kemanusiaan (FSK) mengatakan, edukasi Covid-19 harus sampai ke masyarakat di tingat paling mikro. Pemerintah pusat juga bisa membantu pemerintah daerah untuk mengedukasi penanganan Covid-19.

"Saya ambil contoh di Jawa, edukasi literasi ini bisa menggunakan istilah setempat dengan lebih baik, daripada ilmiah yang belum tentu dimengerti. Jadi bahasanya sederhana, bisa pakai ungkapan daerah," ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, paparan informasi di media sosial tentang Covid-19 itu disebut infodemic. Kecepatan sama-sama kuat ketika menyebarkan informasi yang benar dan tidak benar.

"Praktiknya di masyarakat, kita informasi lewat WA grup, pada umumnya lebih sering dipercaya, semua merasakan, misalnya di WA Grup keluarga masing-masing," paparnya.

"Orangtua kita saja kadang enggak percaya sama kita, dan lebih percaya informasi yang muncul di media sosial."

Solidarity maker itu bisa dimulai dari keluarga. Anda sendiri biea meringkas informasi yang benar dengan bahasa sederhana yang lebih mudah diterima.

"Misalnya kalau dapat link berita hoax, sebaiknya bisa cek kebenarannya dengan cara meringkas poin-poin penting yang mengacu berdasarkan sains, " ujarnya.

Sementara itu, ditambahkan Wida Septarina dari Divisi Bidang Pemberdayaan Ekonomi FSK, 3M dan 5M ini kaitannya dengan perubahan perilaku masyarakat. Pendekatannya terhadap masyarakat praktiknya harus menyamakan persepsi.

"Edukasi 3M penting banget, persepsi harus sama, kesadaran harus dibangun oleh masyarakat di sekeliling kita," kata dia.

Selain edukasi, dia juga mengajak para relawan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Segala sesuatu juga harus dilakukan dengan gotong rotong, dalam menghadapi krisis pandemi saat ini.

Misalnya membantu para pekerja harian lepas yang pendapatannya tak menentu atau juga pada orang-orang yang isoman.

"Bantuan pangan paling dibutuhkan masyarakat, karena mereka tak ada penghasilan untuk belanja," tutur Wida yang juga pengelola organisasi Foodbank Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini